oleh

Polres Takalar Canangkan Zona Intregritas Menuju WBK dan WBBM

Editor : any Ramadhani, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Polres Takalar mencanangkan program pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Bersih Melayani (WBBM).

Komitmen pencanangan pembangunan tersebut ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi pembentukan tim yang dipimpin Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto, di Ruang Aula 99 Polres Takalar, Selasa (19/1/2021).

Beny mengatakan, ZI adalah predikat yang diberikan kepada Polri yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik mulai dari Kapolri dan jajaran.

“Seperti yang kita ketahui bersama saat ini bahwa pencanangan pembangunan ZI di lingkungan Polri dilakukan di tingkat Mabes Polri, dengan maksud agar semua pihak  dapat berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa WBK adalah predikat yang diberikan kepada Satuan Kerja (Satker) yang memenuhi sebagian besar program manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Sedangkan WBBM adalah predikat yang diberikan kepada Satker yang memenuhi sebagian besar program manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan kualitas pelayanan publik.

“Saya berharap dengan adanya pencanangan tersebut, seluruh masyarakat dapat bersama-sama bergandengan tangan membangun Polres Polres Takalar menuju WBK dan WBBM. Semoga program ZI Polres Takalar dapat memenuhi kriteria dari tim penilalian nantinya,” katanya.

Selain itu, dia juga menegaskan kepada seluruh anggotanya agar turut mendukung dan berpartisipasi aktif untuk mewujudkan program pembangunan ZI, menuju WBK dan WBBM di wilayah hukum Polres Takalar.

“Kita akan bentuk enam tim sesuai dengan parameter dalam dalam Permenpan RB Nomor 52 tahun 2014. Setiap tim dipimpin oleh koordinator tim yang disesuaikan tupoksinya masing-masing anggota, sub tim dipilih dengan pertimbangan kompetensi, keahlian, dan integritas yang dimiliki pegawai bersangkutan,” katanya menambahkan. (*)