oleh

Rapsel Gelar Optimalisasi Sosialisasi Kebangsaan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Muhammad Rapsel Ali selaku anggota DPR-RI komisi VI Fraksi NasDem menggelar optimalisasi sosialisasi kebangsaan dengan didampingi oleh Darmawan serta Zaldi Mardiansyah selaku Tenaga Ahlinya di salah satu Hotel di Makassar, Rabu (16/12/2020).

Kunjungannya kali ini ke Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus dalam rangka reses dan menyerap aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) di beberapa titik mulai dari Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar.

Dalam kegiatan itu, selain mewajibkan seluruh peserta menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer serta melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan, para peserta juga wajib menjaga jarak duduknya.

“Kita tidak boleh lengah. Meskipun kita melaksanakan amanah, kita juga wajib tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Masker ku melindungimu dan maskermu melindungiku,” ungkap Rapsel.

Dalam pidatonya, Bro Rapsel sapaan akrabnya memaparkan tentang 4 pilar kebangsaan yang wajib diketahui oleh masyarakat untuk menjaga bangsa dan negara.
“Yang pertama adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat poin ini harus kita pahami dengan baik agar keutuhan Bangsa Indonesia bisa tetap dipertahankan tanpa adanya perpecahan,” ucapnya.

Dalam kegiatan yang di moderatori oleh Muh. Hatim Al Asshamm itu juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan terkait 4 pilar kebangsaan dan juga persoalan-persoalannya.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara adalah konsepsi dan cita-cita yang terbentuk dilandasi dari semangat gotong royong. Dengan semangat gotong royong itu, konsepsi tentang dasar negara dirumuskan dengan merangkum lima prinsip utama atau Sila yang menyatukan dan menjadi bahan haluan ke-Indonesiaan,” papar Rapsel.

Rapsel melanjutkan bahwa ada banyak hal yang menjadi tantangan bangsa Indonesia saat ini yang jika didasari oleh ketetapan MPR-RI nomor V/MPR/2000 tentang pemantapan persatuan dan kesatuan nasional dan kondisi bangsa Indonesia saat ini ada sebanyak 14 poin.

“Beberapa diantaranya adalah nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa tidak dijadikan sumber etika dalam berbangsa dan bernegara oleh sebagian masyarakat sehingga melahirkan krisis akhlak dan moral berupa ketidakadilan, pelanggaran hukum dan pelanggaran hak asasi manusia. Konflik sosial budaya yang terjadi karena kemajemukan SARA yang tidak dikelola dengan baik dan adil oleh pemerintah maupun masyarakat. Perilaku ekonomi yang berlangsung dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme serta kurangnya keberpihakan kepada kelompok usaha kecil dan menengah, sehingga telah menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan, utang besar yang harus dipikul oleh negara, pengangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat serta kesenjangan sosial yang semakin melebar,” Jelasnya.

Karena mayoritas peserta yang hadir adalah generasi muda dari berbagai universitas, Bro Rapsel yang sekaligus merupakan menantu Wakil Presiden mengharapkan agar para pemuda bisa ikut ambil bagian dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.

“Saya berharap para pemuda dan pemudi bisa mengambil peranan dalam menjaga bangsa dan negara kita dari segala hal yang bisa membuat kita terpecah dengan mempelajari dan mengaktualkan 4 pilar ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan diantara yang hadir disini ini juga menjadi pemimpin bangsa ini,” harapnya. (*)