oleh

Arqam Azikin : Ketokohan NA Tidak Manjur Menangkan Jagoan PDIP di Pilkada Sulsel 2020

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pilkada 2020 telah usai, dari hasil sementara berdasarkan Quick Count, jagoan PDIP di Sulsel kalah telak dibanding Gerindra, Golkar, NasDem dan lainnya. Padahal, Gubernur Sulsel juga merupakan kader PDIP yang diusung di Pilgub 2018 lalu.

Dari 12 daerah pemenang pilkada, PDIP tidak tampak menempatkan kader internal. Kalaupun ada, hanya 1 daerah yakni di Gowa. Namun, tak bisa dipungkiri yang menang pada 6 daerah diusung PDIP adalah figur ekternal yang diusung bersama partai koalisi.

Tentu saja, publik bertanya dimana peran Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang juga kader PDIP. Bahkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), pernah berjanji akan memperjuangkan kemenangan kader PDIP di Sulsel. Ungkapan janji manis memenangkan 12 daerah disampaikan saat Rakerda PDIP Sulsel bulan Maret lalu dihadiri Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

“Pak Sekjen, kita bisa merahkan Sulsel kalau ada tambahan dukungan anggaran dari pusat. Belum lagi kalau 12 usungan menang di Sulsel,” kata Nurdin di acara Rakerda I PDIP Sulsel, Hotel Claro Makassar, Kamis (12/03/2020) belum lama.

Mantan bupati Bantaeng ini bilang, sebagai usungan partai, kepala daerah tak boleh melupakan jasa tersebut. Menurutnya banyak kepala daerah yang dapat rekomendasi seperti beli tiket pesawat.

“Bukan hanya diusung, seperti beli tiket pesawat. Apapun yang terjadi pada diri kita selalu membawa nama partai, walau berbeda partai tapi tetap harus perhatikan yang mengusung,” ungkapnya kala itu di hadapan seluruh kader PDIP Sulsel.

Faktanya, pengaruh Gubernur NA tak berefek menangkan jagoan PDIP di Pilkada Sulsel 2020. Ada hal lebih menarik, anak NA yakni di tim Pemenangan Dilan pada pilkada Makassar, terselip nama M Fathul Fauzi Nurdin alias Uji Nurdin. Hasilnya kalah. Belum lagi anak NA yang kini menjadi Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Sulsel, masuk tim pemenangan Tomy-Andi Makassau di pilkada Bulukumba, kalah telak.

Lantas bagaimana melihat ketokohan dan pengaruh NA di Sulsel dengan hasil presentasi PDIP pilkada 2020 yang tak maksimal? Menanggapi hal ini, Pengamat politik, Arqam Azikin menilai peran Gubermur NA selaku kader PDIP memang tak berefek. Bahkan NA tak serius bekerja memenangkan kader usungan PDIP.

“Hasil pilkada 2020 di Sulsel, memperjelas ke Internal PDIP bahwa NA tidak memiliki jaringan basis suara besar di 12 daerah yang berpilkada,” jelas Arqam, Rabu (15/12/2020).

Oleh sebab itu, Arqam yang juga jebolan Doktor Unhas ini menyebutkan DPP PDIP harus mengevaluasi kinerja kader NA sebagai kepala derah di Sulsel, sekaligus jadi catatan dukungan di Pemilihan Gubernur Sulsel berikutnya.

“Statemen NA di depan sekjen DPP PDIP belum lama ini, mestinya dipertanggungjawabkan secara politik dan tidak murah ‘janji politis’ di depan jajaran partai seperti itu,” jelas Arqam.

Dia menyebutkan, peran NA tak bisa diandalkan karena tak sesuai fakta. Bahkan disebutkan, juga NA memperlihatkan tidak melakukan kerja politik yang konkrit bagi calon PDIP di Sulsel.

“Dan NA tidak memiliki pengaruh politik yang kuat di Makassar dan 11 Kabupaten lainnya,” pungkasnya. (*)