oleh

Arqam Azikin: Sejak Awal Danny-Fatma Berpotensi Menang di Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi sudah dipastikan memenangkan Pilkada Makassar 2020. Hal ini atas hitungan cepat beberapa lembaga survei, Rabu (9/12/2020).

Pengamat Politik Kebangsaan, Arqam Azikin menilai pertarungan politik di Makassar membuka lembaran baru pasca pencoblosan yang berlangsung hari ini, 9 Desember 2020.

“Menjelang 6 bulan terakhir terjadi persaingan yang sangat ketat, diantara Danny-Fatma urut 1, Appi-Rahman urut 2, Ical-Fadli urut 3 dan None-Zunnun no urut 4. Sejak awal saya melihat Danny-Fatma potensi menang sangat besar,” ujarnya dalam video kepada awak media, Rabu pagi sebelum pencoblosan di TPS.

Menurutnya, sebelum masa Covid-19, terlihat pertarungan 6 bulan lalu, tim survei cukup alot, namun saat ini masih sulit dipakai sebagai barometer, karena bukan dari Perkumpulan Survey Opini Publik Indonesia (Persepi) dan sangat susah dicocokkan datanya hingga hari ini.

“Pengaruh survei politik yang terus beredar di Makassar membuat beberapa calon di atas angin, tetapi bukan sebagai jaminan untuk bisa menjadi pemenang,” jelasnya.

Akademisi Unismuh Makassar itu menyebutkan, yang menarik disini pergantian pemain di tim survei dari APPI, yang masuknya Eep Saifullah Fatah ketika masuk di Makassar, dan masuk sebagai pelaksana survei cukup menarik datanya.

“Cukup baik di bulan Juli dan di perbaiki lagi di Agustus maupun September di pertahankan mungkin mampu mengalahkan Danny, tetapi tidak diketahui apa penyebab sehingga Eep tarik diri,” ungkap Arqam.

Jika terjadi terbulensi politik, simulasi politik hingga hal luar biasa antara Paslon nomor 1 dan 2 maka menguntungkan yang Paslon 3 dan 4 untuk melewatinya.

Dalam 2-3 bulan terakhir ini persaingan Danny dan Appi terjadi, hingga mengakibatkan banyak perubahan sehingga untuk bisa keluar sebagai pemenang. Ada beberapa poin yang bisa menjadi masukan dalam perebutan pucuk pemimpin di Makassar.

“Jika pak Appi mau mengalahkan pak Danny harus mampu merekrut jaringan yang sangat berpengaruh mampu merekrut RT/RW 50, 60 bahkan 70%, kemudian riset 1000 lebih responden agar kecil margin error, membuat tokoh masyarakat baru di ratusan kelurahan, memainkan komunikasi politik yang tepat di jaringan untuk mematikan langkah Danny,” ujarnya.

“Namun, Danny mampu mempertahankan jaringan di RT/RW 50 hingga 60 persen dan mampu mempertahankan tokoh masyarakat di basis 150-an kelurahan maka Danny kembali memimpin Makassar, dan potensi kuat Danny yang menang dalam pertarungan politik Pilkada Makassar,” jelas Arqam. (*)