oleh

Pertarungan Sengit di Maros Antara Chaidir-Andi Toto

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Maros, tinggal menghitung hari lagi. Dari tiga Pasangan calon (Paslon) yang ikut bertarung di Butta Salewangan ada dua yang berpeluang menang yakni Chaidir Syam-Suhartina Bohari alias Chaidir-Suhartina atau Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Nadjamuddin alias Harmil-Ilham.

Ini berdasarkan survei Votepublik Matriks Indonesia saat merilis survei Pilkada Maros 2020 di Warkop 115 kota Makassar, Minggu (6/12/2020).

Direktur Utama Votepublik Matriks Indonesia, Sadikin Suhidin mengatakan, Survei dilakukan dimulai 1-4 Desember 2020 dengan menggunakan 440 responden. Memiliki sebesar 4,8 persen margin error dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Hasilnya, Paslon Andi Tajerimin Nur-Havid S Pasha sebesar 17,6 persen, Chaidir-Suhartina 39,9 persen dan Harmil-Ilham 36,6 persen. Adapun rahasia sebesar 5,9 persen.

“Dari hasil ini, kami menyimpulkan bahwa masih sangat sulit menentukan siapa pemenang di Pilkada Maros 2020. Boleh jadi Paslon nomor 2 (Chaidir-Suhartina) atau Paslon nomor 3 (Harmil-Ilham),” kata Sadikin saat merilis surveinya di Makassar.

Dirinya menjelaskan, selisih elektabilitas yang hanya 3,3 persen antara Paslon 2 dan 3 menjadi alasan Paslon pemenang sulit ditentukan. Apalagi angka tersebut masih dalam cakupan margin of error.

“Ya, selisihnya tak beda jauh. Jadi siapa pun yang menang, hasilnya cuma tipis. Saya rasa selisihnya tak sampai 5 persen, palingan 3 sampai 4 persen saja,” ujarnya.

Sadikin menjelaskan, apabila jumlah undecided voters dan swing voters dari masing-masing Paslon diakumulasikan, maka masih ada 23,9 persen pemilih yang mengambang. Kata dia, jumlah ini tergolong besar dan menjadi penentu kemenangan bagi Paslon Chaidir-Suhartina atau Harmil-Ilham.

“Bila Paslon 2 dan 3 memiliki energi yang sama, mempengaruhi warga hingga hari pencoblosan, maka selisih hanya 3 persen. Bila salah satu Paslon punya energi dua kali lipat dibanding Paslon lainnya, maka dia lah pemenangnya,” bebernya.

Soal peluang kemenangan bagi Paslon Tajerimin-Havid, Sadikin meragukannya. Kata dia, Paslon nomor urut 1 ini tak lagi bisa mengejar kekuatan Paslon Chaidir-Suhartina dan Harmil-Ilham.

“Kalau Paslon nomor 1, saya rasa sulit menang, karena elektabilitasnya kurang dari 20 persen. Apalagi ini sisa tiga hari pencoblosan, sulit lah,” tutupnya. (*)