oleh

Oknum Kades di Takalar Aniaya Warganya Didepan Kapolsek

Editor :any Ramadhani , Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lagi-lagi sifat tempramen dipertontonkan salah seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Takalar. Dia adalah Kades Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Nurdiansyah.

Nurdiansyah, sang oknum Kades diduga telah menganiaya warganya sendiri, Hakim di depan Kapolsek Polongbangkeng Selatan, AKP Zeim Arman.

Pengniayaan Hakim di depan Kapolsek Polongbangkeng Selatan yang dilakukan Kades Cakura itu terjadi di ruang kantor Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Kamis (3/12/2020).

Selain Kapolsek Polongbangkeng Selatan, ternyata pengiayaan tersebut juga diduga disaksikan oleh Camat Polongbangkeng Selatan, Baharuddin.

Menurut saksi, Hasan Hasari kejadian itu bermula saat Pemdes Cakura dan pemerintah kecamatan melakukan pertemuan dengan sebagian warga desa Cakura di kantor Kecamatan Polongbangkeng Selatan yang memiliki lahan yang dibanguni Cekdam pada tahun lalu di dusun Buakanga, desa Cakura.

Dimana salah satu lahan itu diklaim oleh pemerintah setempat. Namun Daeng Patang bersama anaknya Hakim selaku pemilik lahan sekitar kurang lebih 30 are tak terima jika lahannya dikatakan milik pemerintah Takalar.

Sebab kata dia, tanahnya belum pernah dibebaskan oleh pemerintah, sehingga dia tetap bersikeras ke Kades Cakura dan Camat Polongbangkeng Selatan untuk tetap tidak mau mengakui jika tanah itu milik Aset Pemda Takalar.

“Tidak lama kemudian Kades Cakura langsung menampar pipi Hakim. Setelah menampar pipi Hakim sang Kades juga mencabut badik yang terselip di pinggangnya. Beruntung badik sang Kades berhasil dirampas oleh staf Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Daeng Sewang,” kata Hasan Hasari.

Tak terima perlakuan Kades Cakura, Hakim pun bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut di kantor Polsek Polongbangkeng Selatan, kemudian Hakim dibawa ke Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Takalar untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saya ditempelan oleh Kades Cakura di depan Kapolsek dan Pak Camat. Dan sekarang saya sementara di BAP di ruang penyidik Unit Pidum Polres Takalar,” ujar Hakim saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/202).

Sementara itu, Kapolsek Polongbangkeng, AKP Zeim Arman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Zeim, ia hadir ke kantor Kecamatan Polongbangkeng Selatan karena mendapat undangan dari pemerintah Kecamatan.

“Ia, saya kesana di kantor Kecamatan karena diundang untuk menghadiri mediasi antara pemilik lahan dan Pemdes Cakura, namun ujung-ujungnya terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh Kades Cakura. Dan sekarang korban sementara diproses di Polres Takalar,” kata Zeim.

Terpisah, Camat Polongbangkeng Selatan, Baharuddin hingga berita ini tayang belum berhasil dikonfirmasi. (*)