oleh

Insert Institute Sebut Pilkada Bulukumba Rawan “Money Politik”

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Bulukumba tinggal menghitung hari lagi. Namun kontestasi pesta demokrasi di Butta Panrita Lopi tersebut cukup dinamis.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Insert Institute yang dilakukan pada 24-30 November kemarin dengan mengambil sampel sebanyak 800 responden dengan margin of error kurang lebih, 3,46 persen.

Pasangan calon bupati nomor urut tiga, Tomy Satria-Andi Makkasau masih unggul dengan 35,63 persen diusul oleh kandidat penantang, Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf dengan 34,38 persen, Askar HL-Arum Spink 24,50 persen dan Andi Hamzah Pangki-Andi Murniaty Makking.

“Selisih ini sangat tipis dan sangat dinamis dan masih bisa merubah keadaan hingga hari H,” kata Direktur Riset dan data Insert Institute, Reskiyanti Nurdin saat melakukan jumpa pers, di Black Canyon Coffee (BCC) di Jl Hertasning, Makassar, Senin (30/11).

Dirinya menyebutkan dari 10 kecamatan yang ada di Bulukumba, Tomy-Andi Makkasau unggul di enam kecamatan mulai dari Ujung Loe, Ujung Bulu, Bontotiro, Herlang.

Sementara Andi Utta-Edy Manaf hanya unggul di kecamatan Bonto Bahari Sementara Askar HL- Arum Spink di Kecamatan Gattareng dan Kindang.

Walau Tomy-Andi Makkasau diunggulkan di sejumlah kecamatan, namun belum bisa bernafas lega untuk menang, lantaran masih ada 15,38 persen pemilih yang masih menunggu mendapatkan politik uang. Sementara pemilih hati nurani cukup rendah sekitar 6,75 persen.

“Bulukumba ada kandidat memiliki uang dan ada 15 persen masyarakat menunggu serangan fajar. Sehingga potensi money politik sangat besar untuk menggaet pemilih,” jelasnya. (*)