oleh

3 Bulan Tebar Janji, 42 Bulan Tuntaskan Janji

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Masa jabatan kepala daerah (Kada) terpilih dalam Pilkada serentak 2020 dipastikan tidak sampai lima tahun.

Dalam Undang-Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, disebutkan bahwa pada tahun 2024 akan digelar Pilkada serentak secara nasional. Praktis, jabatan kada terpilih hanya 3 tahun 6 bulan atau 42 bulan.

Calon Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani tak mempermasalahkan masa jabatan 5 tahun atau 42 bulan. Menurutnya, paling utama jika mendapat kepercayaan masyarakat yakni melaksanakan program yang semestinya harus dilakukan untuk masyarakat yang dipimpinnya.

“Apalagi kami punya pengalaman sudah 1 periode. Tentu jika mendapat amanah lagi maka kami manfaatkan dengan baik, menuntaskan apa yang menjadi visi-misi kami,” jelasnya, Minggu (22/11/2020).

Cabup petahana itu mengaku memiliki program prioritas diberbagai sektor. Sehingga sedikit atau lamanya waktu menjabat akan diselesaikan. “Meskipun waktu 3 setengah tahun ataupun kurang dari itu. Bagi kami jika dikerjakan bersama-sama maka semua itu akan terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Calon Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) berpandangan bahwa masa jabatan bukan dilihat dari rentang waktu saat menjabat melainkan apa yang dikerjakan setelah dilantik.

“Jadi, persoalan waktu atau masa jabatan hanya hitungan waktu. Tapi kita kalau mendapat amanah itu suatu kesyukuran, maka harus dijaga dan dikerjakan setelah dilantik,” katanya.

Sementara calon Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, bahwa kelak jika mendapat amanah sebagai bupati di daerah tersebut maka akan memprioritaskan apa menjadi kebutuhan dasar masyarakat.