oleh

Lembaga Pemerhati Demokrasi Nilai KPU Perlu Ubah Format Debat

Editor : Muhammad Alief-KPU-Bawaslu, Pilkada, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penyelenggaraan Debat Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menyiarkan melalui kanal Youtube live streaming dinilai tidak efektif oleh sejumlah pihak, termasuk Lembaga Penelitian Sosial dan Demokrasi (LPSD).

Menurut Direktur Eksekutif LPSD, Habib Rahdar, SH bahwa penayangan debat pasangan calon melalui kanal Youtube tidak efektif dalam mendiseminasi gagasan dan visi calon Kepala Daerah ke halayak, khususnya pemilih di daerah yang berpilkada.

“Mungkin bagi masyarakat perkotaan seperti Makassar, bolehlah. Tapi kan
yang berpilkada ini di 12 (dua belas) Kabupaten/Kota. Coba Anda bayangkan bagaimana daerah-daerah seperti di Luwu Utara, Luwu Timur, Pangkajene Kepulauan dan Kepulauan Selayar yang akses terhadap jaringan internet susah, belum lagi soal data” terangnya kepada pers pada
hari Minggu (22/11) di Makassar.

LPSD memandang bahwa kedepan, format debat calon kepala daerah perlu dirubah.

“Kami berharap, ke depan formulasi debat bisa disempurnakan, seringkali visi-misi dan program tidak tereksplore dengan baik karena pasangan calon canggung untuk saling menyerang visi-misi dan program” tambah alumni Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar ini.

Lebih jauh, aktivis kepemudaan di Kota Makassar ini berharap bahwa ke depan KPU perlu membawa debat-debat itu ke tengah masyarakat, agar proses dialog juga terjadi antara masyarakat dengan calon pemimpinnnya kelak.

“Upaya KPU Tana Toraja bagus, kita apresiasi, mereka membawa forum
debatnya ke Kecamatan, disana diadu visi-misi dan program pasangan calon, sehingga masyarakat bisa mendengar langsung, berdialog dan mengkonfirmasi kepada calon kepala daerah” tutup Habib. (*)