oleh

Debat Publik Pilkada Selayar, Pemaparan Dua Paslon Tak Sesuai Tema

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Selayar telah menyelesaikan debat kandidat putaran pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Selayar, dengan mengusung tema “Pengembangan Kawasan Melalui Koneksitas dan Kerjasama Antar Daerah” di Hotel Gammara, Makassar, Senin (16/11) malam.

Namun hampir sepanjang sesi debat, dua kandidat Bupati dan Wakil Bupati, Zainuddin-Aji Sumarno dan Basli Ali-Syaiful Arif, dinilai tidak sesuai dengan tema debat kandidat yang telah ditetapkan oleh KPU Kepulauan Selayar.

Salah satunya terkait pertanyaan salah satu panelis kepada pasangan nomor urut satu, Zainuddin-Aji Sumarno, soal visi misi mereka dalam bidang pengembangan daerah melalui poros maritim.

“Di Selayar ada 130 pulau, sementara yang dihuni hanya sekitar 30 pulau, sehingga dibutuhkan infrastruktur di transportasi laut untuk akses. Kalau akses lancar maka perekonomian lancar,” papar Zainuddin.

Sementara Aji Sumarno menambahkan, dengan akan mensinergikan program program tol laut pemerintah pusat, sehingga potensi alam khususnya di bidang pertanian yang ada di Kepulauan Selayar bisa tersalurkan dengan lancar.

“Dengan adanya program tol laut dari pusat, maka kita akan sinergikan dengan kawasan industri yang ada agar nantinya produk hasil masyarakat Selayar bisa dipasarkan keluar daerah,” bebernya.

Adapun pasangan nomor urut dua, Basli Ali-Saiful Arif menjawab soal bagaimana upayanya dalam mendorong keberhasilan pada sektor peternakan. Basli Ali menjawab jika memang Selayar saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni atau tenaga ahli dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk pengembangan sektor peternakan.

“Tentunya ada beberapa hal yang akan kita lakukan. Misalnya lebih banyak membuka formasi di tenaga kesehatan atau dokter hewan dan tentunya penyuluh peternakan, yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat untuk bisa memberikan edukasi, bagaimana cara merawat dan menjaga kesehatan hewan yang ada,” katanya.

Dirinya pun menyampaikan, saat memimpin Selayar empat tahun terakhir bersama Zainuddin, telah menunjukkan bukti sejumlah programnya dalam mendorong sektor peternakan, yakni menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa hewan ternak untuk dikembang biakkan.

“Kami dengan pak Zainuddin telah memberikan 11 ribu ternak kepada masyarakat, dengan harapan bibit tersebut bisa dikembangkan, sehingga bisa berdampak terhadap penghasilan masyarakat,” bebernya.

Tak hanya pertanyaan dari panelis yang dinilai tak sesuai tema, para kandidat pun pada sesi pertanyaan kepada kandidat lain juga dianggap di luar konteks debat.

Hal ini terlihat saat calon nomor urut 1, Zainuddin mempertanyakan kepada calon nomor urut 2, Basli Ali terkait program administrasi kependudukan gratis hingga soal kewenangan pemerintah kabupaten yang berada di wilayah laut. Demikian pula Basli Ali saat mempertanyakan visi misi Paslon nomor urut satu pada sektor pariwisata.

Menanggapi Debat Publik Pilkada Selayar 2020 ini, Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel, Sakka Pati yang juga salah panelis dalam debat tersebut mengatakan, pemaparan visi misi yang diberikan Paslon tidak terlalu melenceng dari tema, tapi memang diperlukan pemahaman yang lebih mendalam lagi.

Ia pun mengaku jika sesi pertanyaan masing-masing Paslon, lebih banyak mengarah soal kebijakan pemerintah daerah di sektor administrasi penduduk dan sektor Pariwisata.

“Mungkin pada debat pertama ini, Paslon hanya fokus menyiapkan klarifikasi terhadap lawannya, sehingga tidak terlalu fokus dengan tema yang telah ditentukan,” singkatnya.

Olehnya itu, dirinya pun berharap dalam debat publik putaran kedua mendatang, kedua pasangan calon bisa lebih fokus terhadap tema yang telah diberikan oleh KPU.

“Debat kedua nanti harapannya tentu apa yang menjadi tema bisa dituntaskan dua pasangan ini,” tutupnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Nandar Jamaluddin mengatakan, debat publik ini menjadi ajang bagi calon menyampaikan visi-misi yang akan dijalankan kelak saat terpilih.

“Kita semua berharap, melalui debat ini masyarakat bisa lebih memahami visi misi dan program masing-masing paslon. Sebab melalui debat ini kandidat bisa bicara tentang gagasan dan idenya ketika memipin. Jadi kami harapkan debat ini tak sekadar menggugurkan kewajiban tahapan, melainkan bisa menjadi media penyampai kepada masyarakat Selayar dalam menentukan pilihannya,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Selayar, Suharno mengharapkan, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar agar dalam menentukan pilihan berdasarkan visi dan misi yang telah dipaparkan oleh masing-masing pasangan calon.

“Terciptanya pemimpin yang yang jujur dan adil adalah bentuk partisipasi dan kerjasama antara masyarakat. Olehnya itu debat ini penting agar dalam memilih bukan lagi dipengaruhi faktor politik uang,” harapnya.

Pada Debat Publik pertama ini, para panelis yang dihadirkan antara lain, Dr Muhammmad Idrus Taba, S.E., M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Makassar), Dr. Sakka Pati S.H,M.H (Dosen Fakultas Hukum Unhas dan Presidium JaDI Sulsel), Dr. Rahmat Muhammad, M.Si (Ketua Prodi S2 Sosiologi PPS Unhas dan Ketua III Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI), Mulyadi Prayitno S.H (Konsutan Pengembangan Masyarakat, Komisaris BUMN, Member on internasional NGO Forum On Indonesia Developmen (INFID) Sulawesi Selatan), Dr Khaerul Mannan, S.H, M.H (Akademisi, Anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel pernah menjadi anggota KPU Sulsel periode 2013-2018).