oleh

Berebut 1.249 Suara di Muktamar PPP

Editor : Ridwan Lallo-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar ke-IX di Makassar pada 18-21 Desember mendatang. Sebanyak 1.249 suara akan diperebutkan calon ketua umum (Caketum).

“1.249 suara yang akan diperebutkan. Terdiri dari Ketua, Sekretaris DPW, DPW serta suara penimbang. Suara penimbang itu kita lihat dari representasi dari anggota DPRD-nya,” kata Ketua Steering Committee (SC), Amir Uskara.

Amir Uskara menjelaskan, suara penimbang tersebut yakni DPRD kabupaten/kota yang memiliki kursi diatas tiga. “Jadi yang mendapatkan 3 kursi plus satu. Dia mendapatkan satu suara di Muktamar. Kalau Tujuh kursi di DPRD dapat dua suara, 10 dapat tiga suara dan seterusnya,” ucapnya.

Seperti di DPRD Gowa yang memiliki delapan kursi, maka akan mendapatkan dua suara. Bulukumba enam kursi (satu suara penimbang), Luwu enam kursi (satu suara penimbang), Bantaeng lima kursi (satu suara penimbang), Makassar lima kursi (satu suara penimbang) dan Jeneponto empat kursi (satu suara penimbang).

“Kalau di DPRD Sulsel, kursinya cuma enam, jadi hanya dapat satu suara. Sekiranya tujuh baru dapat dua suara,” jelasnya.

Terkait syarat menjadi Caketum, kata Amir Uskara, harus menjabat di kepengurusan DPP atau satu tingkat dibawahnya yaitu DPW. Bagi figur eksternal yang ingin bertarung harus hormati AD ART partai. “Jadi siapa saja yang ingin bergabung kita persilahkan, tapi posisinya nanti bisa di Waketum,” jelasnya.

Diketahui saat ini sudah beberapa nama telah mencuat sebagai bakal calon ketua umum (bacaketum), mulai dari figur eksternal maupun internal PPP. Diantaranya ialah Ketum PPP, Suharso Monoarfa, Wantimpres, Mardiono serta Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Adapun dari figur eksternal yang mencuat beberapa terakhir ini ialah Sandiaga Uno yang merupakan kader Gerindra.

Lebih jauh legislator DPR RI itu menjelaskan, segala persiapan terkait pelaksanaan Muktamar terus dirampungkan, termasuk soal jumlah undangan khusus, peserta hingga peninjau atau penggembira.

Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak istana agar Presiden Jokowi dapat membuka Muktamar dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang akan menutup Muktamar.

“Persiapan soal undangan tengah kami konsultasi. Khusus untuk Menteri tidak banyak, hanya yang punya ikatan emosional dengan PPP. Selebihnya adalah ketua partai serta peserta Muktamar,” ujar Amir.

Ketua Fraksi PPP DPR RI ini mengaku segala persiapan terus digenjot, karena baru kali ini Muktamar PPP digelar di luar pulau Jawa. Dia meyakini PPP di Sulsel maupum Indonesia Timur akan semakin besar.

“Untuk Sulsel PPP meloloskan 71 kadernya masuk DPRD Sulsel dan kabupaten/kota. Empat daerah diantaranya adalah ketua DPRD yakni di Kabupaten Gowa, Bulukumba, Bantaeng dan Luwu,” jelas mantan ketua DPW PPP Sulsel ini.

Peserta yang akan hadir di Makassar ditargetkan 5 ribu orang baik itu dari DPP maupun pengurus DPW dan DPC se Indonesia. “Muktamar ini akan menggunakan protokol kesehatan ketat bagi setiap peserta yang hadir dalam lokasi Muktamar nanti,” pungkasnya. (*)