oleh

Diduga Langgar Aturan, Tim RINDU Laporkan Cawabup Dan ASN

TORAJA UTARA, RAKYATSULSEL.CO – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati makin gencar bersosiliasi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Toraja Utara, dan bahkan kegiatan kampanye paslon diunggah ke media sosial, sehingga bermunculan berbagai tanggapan nitizen.

Tim pemenangan paslon Rindu (Yosia Rinto Kadang- Yonathan Pasodung) Ketua Partai PSI Torut, Terry Banty didampingi koordinator kuasa hukum Rindu, Yulius Jody P saat gelar konferensi pers di Posko Rindu, Rabu 11 November 2020 menyampaikan terkait laporan mereka ke Bawaslu Torut.

Dikatakan Terry bahwa dari hasil temuan tim Rindu dilapangan dan bahkan foto-foto banyak beredar di media sosial, dimana Cawabup nomor urut 3, dr. Etha Rimba P Tandi Payung yang berkhotbah di salah satu gereja padahal dirinya sedang berstatus Cawabup, selama ini notabene tidak pernah melayani di Toraja tapi tiba-tiba diberi ruang untuk berkotbah diatas mimbar.

Disamping itu, lanjut Terry saat mengadakan kegiatan kampanye di Sesean salah seorang oknum ASN yang notabene seorang lurah turut dalam kampanye tersebut. Olehnya itu, tim Rindu telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Torut dan hari ini. Dan telah diterima Bawaslu Torut.

“Kami berharap kepada penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU dan Bawaslu agar mengikuti aturan yang ada. Bawaslu harus menindaki setiap pelanggaran karena ini akan menjadi insiden buruk bagi generasi selanjutnya jika hal ini dibiarkan,” pungkas Terry.

Senada dengan itu, koordinator kuasa hukum Rindu, Y. Jhody mengatakan bahwa apa yang menjadi temuan tersebut telah dilaporkan ke Bawaslu. Dan berharap bisa ditindaklanjuti secepatnya oleh Bawaslu.

“Dalam rangka menegakkan demokrasi maka diharapkan Bawaslu bertindak dengan adanya oknum ASN yang diduga terlibat kampanye paslon, dan juga Cawabup yang diduga manfaatkan rumah ibadah untuk kepentingan politik agar ditindaki” kunci Jhody. (*)