oleh

Ini Makna Sumpah Pemuda Bagi Theza

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL.CO  – Tanggal 28 Oktober, diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini memiliki makna tersendiri bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Tana Toraja (Tator), Theofillus Allorerung dan Zadrak Tombeg (TheZa).

Menurut Theo, jumlah penduduk Tator dengan usia kerja produktif sekitar 60 persen, didominasi oleh kalangan milenial (Bonus Demografi). Hal ini menjadi keunggulan komparatif daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan dalam upaya pengembangan potensi Kabupaten Tana Toraja ke depan.

“Sudah saatnya kalangan milenial, anak-anak muda kita, diberdayakan di semua aspek pembangunan,” kata Theo, Rabu, 28 Oktober 2020.

Ia mengungkapkan, kalangan milenial harus dilibatkan, terutama dalam penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata dan industri terkait, usaha sektor pertanian berbasis iptek, sektor usaha ekonomi kreatif,  serta melalui pengembangan aktivitas perekonomian di dalam wilayah Lembang/Kelurahan atau Internalisasi Ekonomi Lembang/Kelurahan.

“Dalam kerangka itu, maka memperkuat sektor pendidikan termasuk pendidikan vokasi menengah dan atas, akan menjadi fondasi yang kuat dalam memanfaatkan peluang tersebut,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda. Dan berharap, seluruh pemuda bisa bersatu, untuk berkontribusi menciptakan perubahan di Tana Toraja.

Senada, Zadrak Tombeg mengatakan, Pemuda adalah generasi bangsa, dan harus dilibatkan dalam segala aspek pembangunan daerah.

“Kalau mau daerah kita maju, pemuda harus dilibatkan. Jayalah pemuda Tana Toraja,” ucap Zadrak.

Diketahui, Theo – Zadrak memiliki kepedulian tinggi terhadap keberadaan kalangan milenial. Selain ditunjukkan melalui program-programnya, paslon nomor urut 1 ini menunjuk tiga jubirnya dari kalangan milenial. (*)