oleh

Debat Kandidat Arena Tarung Gagasan

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 memasuki fase debat publik. Panggung ini diharapkan menjadi arena adu gagasan serta visi-misi pasangan calon (Paslon).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar memilih DKI Jakarta sebagai lokasi debat empat pasangan calon (Paslon) di Pilwalkot Makassar.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menjelaskan beberapa pertimbangan KPU melaksanakan debat kandidat di Jakarta. Pertama, untuk menghemat anggaran. “Karena tidak lagi harus menyewa hotel, dan lain lain. Langsung di stasiun TV nasional. KPU bisa melakukan efisiensi sampai 50 persen anggaran. Dan hanya terbatas personil yang bisa berangkat ke Jakarta,” jelas Endang.

Pertimbangan kedua, memperhatikan animo masyarakat yang cukup tinggi di masa kampanye Pilwalkot, dan juga eskalasi politik yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

“Kami melihat bahwa potensi untuk terjadinya kerumunan massa sangat besar. Dan memang di setiap pemilihan yang pernah digelar di Makassar, konsentrasi massa yang cukup besar selalu terjadi di luar lokasi debat sementara kami harus menegakkan protokol Covid-19 sesuai yang tertuang dalam PKPU 13 tahun 2020,” jelasnya.

Endang Sari menjelaskan, debat paslon dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali. “Debat pertama, Minggu pertama November, debat kedua, akhir November. Dan debat ketiga atau terakhir 4 Desember 2020. Untuk debat terakhir tetap di Makassar,” ucap Endang Sari.

Adapun tema debat sangat berfariasi. Tema debat pertama, membahas sosial budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi dan toleransi. Debat jilid II bertajuk reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.

“Debat ke III membahas kebijakan Covid-19, komitmen penanggulangan narkoba, perlindungan terhadap anak, perempuan dan disabilitas, penanggulangan kemiskinan, kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ucap Endang.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tammaberharap, tahapan Pilkada dengan agenda debat kandidat harus jadi arena adu gagasan para pasangan calon (paslon). Sebab, itu akan jadi bahan pertimbangan pemilih menentukan pilihan.