oleh

Bambang Widjojanto Puji Program Penanganan Korupsi Pasangan Adnan-Kio

Editor : Lukman-HL, Pilkada Gowa-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menyambut baik sejumlah Program calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan – H. Abd Rauf Malaganni Kr Kio (AdnanKio) khususnya dalam penanganan dan pencegahan Tindakan Pidana Korupsi di Kabupaten Gowa.

“Ada banyak hal menarik yang disampaikan. Dan itu bisa membuat harapan baru sebenarnya,” kata Bambang Widjojanto usai menjadi panelis pada Pemaparan Visi Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa di Hotel Claro Makassar, Senin (26/10).

Olehnya itu, Bambang Widjojanto yang juga pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) ini berharap apa yang dipaparkan pasangan Adnan-Kio bisa bisa dijalankan dengan baik.

“Yang jauh lebih penting nanti apakah pernyataan-pernyataan ini bisa dieksekusi di lapangan dan bermanfaat bagi kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. Ada beberapa yang perlu dilengkapilah visi misi itu. Tapi itu bukan sesuatu yang secara fundamental bermasalah. Itu bisa dilengkapi dalam proses,” tandasnya.

Sebelumnya saat sesi tanya jawab kepada pasangan AdnanKio, Bambang Widjojanto mempertanyakan sejumlah langkah yang akan dilakukan pasangan AdnanKio dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Gowa, terutama dalam penerimaan daerah.

Bambang Widjojanto menyebutkan bahwa salah satu episentrum terjadinya korupsi bukan hanya pada pengadaan barang dan jasa, akan tetapi episentrum korupsi juga terjadi di sektor penerimaan daerah.

Sementara menanggapi hal tersebut, Adnan mengatakan bahwa dalam upaya pencegahan korupsi terutama di sektor penerimaan, selama ini Pemerintah Kabupaten Gowa sudah bekerja sama dengan Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Adnan menyebutkan ada sembilan area intervensi yang dikerjakansamakan dengan Korsupgah KPK. Diantaranya penerimaan pendapatan asli daerah, PTSP dalam rangka pengurusan izin, kapabilitas Aparatur Penegakan Internal Pemerintah (APIP), manajemen ASN, Optimalisasi PAD dan manajemen aset.