oleh

Petahana Jadi Sasaran Empuk

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kurang dari dua bulan pencoblosan Pilkada, aksi saling serang kandidat mulai vulgar. Baik di media sosial maupun aduan ke Bawaslu.

Dan petahana adalah kandidat yang paling gencar mendapat serangan. Luwu Timur, Barru, Luwu Utara, Bulukumba dan Selayar adalah daerah di Sulsel yang kandidat petahananya banyak berurusan dengan Bawaslu.

Petahana Lutim, Thoriq Husler, dilaporkan terkait adanya perbedaan huruf di KTP dengan B1.KWK. Dalam e-KTP tertera nama Thorig menggunakan huruf G, sementara di surat rekomendasi B1.KWK Thoriq menggunakan huruf Q di beberapa partai pengusung Hulser-Budiman itu.

Bahkan, Bawaslu Lutim menilai KPU Luwu Timur (Lutim) keliru menetapkan pasangan calon Thoriq Hulser-Budiman.

Petahana Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto juga dilaporkan ke Bawaslu Bulukumba. Ia dinilai melakukan dugaan pelanggaran pemilu tentang pemanfaatan program selama menjabat sebagai wakil Bupati Bulukumba.

Hanya saja, Bawaslu Bulukumba mengaku tidak menemukan unsur pelanggaran yang dilaporkan terhadap Tomy Satria Yulianto.

DivisiHhukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar mengatakan, berdasarkan proses kajian klarifikasi dan proses penyelidikan oleh penyidik menyimpulkan tidak memenuhi unsur dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Ketua Bawaslu Barru, Nur Alim mengatakan, telah menangani kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sang petahana Suardi Saleh. Salah satu laporannya yakni adanya oknum aparatur sipil negara (ASN) yang berjoget bersama Suardi Saleh saat menghadiri acara pernikahan dan tanpa menggunakan masker.

“Kita sementara melakukan penelusuran pelanggaran pidana dan pelanggaran protokol kesehatan,” kata Nur Alim.