oleh

Incumbent Rawan, Penantang Berjaya, Begini Ulasan Ras MD

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kewenangan dalam suatu pemerintahan yang dimiliki seorang incumbent merupakan keunggulan tersendiri dalam menghadapi kontestasi politik.

Di Pilkada serentak 2020, pandemi corona boleh dikata bisa menghadirkan keuntungan namun bisa juga menjadikan petahana kesulitan.

Kesalahan fatal dalam penanganan Covid-19 dan bantuan sosial di daerahnya bisa mempengaruhi pencalonannya, sehingga berbagai penyimpangan dan kesalahan terdahulu bisa dimanfaatkan rivalnya untuk menyalib petahana.

Bagaimana analis lembaga melihat hal ini? Direktur Parameter Publik Indonesia ( PPI), Ras MD menjelaskan, incumben rawan, penantang berjaya, tentu sangat menguntungkan posisi petahana di masa pandemi.

“Pasalnya, regulasi pemilukada terbaru sangat membatasi ruang gerak semua kandidat untuk melakukan kegiatan sosialiasi,” katanya.

Dikatakan, semua serba terbatas. Kondisi ini tentu menguntungkan sang petahana. Apalagi petahana cerdas, sebelum masuk masa cuti kampanye.

“Mereka betul-betul memaksimalkan program bansos pandemi. Seperti menyalurkan bantuan dan aksi sosial lainnya,” jelasnya.

Nah, akan makin kuat posisi elektoral petahana jika terelaborasi dua kekuatan persepsi. Pertama persepsi kepuasan dan keberhasilannya sangat memuaskan. Kedua, ia dipersepsi sebagai sosok peduli di masa pandemi.

Fatalnya, jika sang petahana dipersepsi tidak memuaskan kinerjanya selama menahkodai daerahnya, ditambah lagi ia tidak tampil sebagai pemberi solusi di masyarakat terkait wabah covid 19.

“Kondisi inilah yang membuat para penantang, peluangnya terbuka lebar menumbangkan petahana. Artinya, tidak selamanya petahana di masa pandemi bisa terpilih kembali walaupun regulasi cukup menguntungkan posisi para petahana,” pungkasnya. (*)