oleh

Dukungan Bupati Jadi Kartu Sakti

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tiga daerah di Sulsel yang berpilkada tak diikuti incumbent bupati. Maros (Hatta Rahman), Pangkep (Syamsuddin Hamid) dan Bulukumba (Andi Sukri Sappewali).

Arah dukungan ketiga kepala daerah ini bisa menjadi “Kartu Sakti” bagi kandidat untuk memenangkan Pilkada. Hubungan keluarga dan kepentingan tentu membuat para kepala daerah ini harus menjatuhkan pilihan dukungan.

Arah dukungan sebenarnya tak sulit dibaca. Bupati Syamsuddin Hamid jelas akan ikut memperjuangkan Andi Ilham Zainuddin-Rismayani Hamid (AIZ-Risma) yang maju di Pilkada Pangkep. Selain usungan partai, Risma adalah istri dari Syamsuddin Hamid.

Maros juga demikian. Hatta Rahman sebagai Ketua PAN Maros tentu akan berjuang memenangkan usungannya Chaidir-Suhartina. Selain itu Hatta rahman adalah ipar dari Suhartina.

Bagaimana dengan Bulukumba? Bupati Andi Sukri Sappewali memang belum terang-terangan memberikan dukungan. Dirinya lebih memilih netral. Namun siap pun yang didukung nantinya tentu punya kans lebih besar memenangkan Pilkada Bulukumba.

Sukri Sappewali yang dikonfirmasi secara pribadi memberi dukungan kepada pasangan Tomy Satriao Yulianto-Andi Makkasau (Kacamatayya). “Sebagai bupati pasti saya akan netral, tapi secara pribadi saya memberikan dukungan kepada pasangan Kacamatayya,” katanya.

Meski menyatakan dukungan, Sukri Sappewali berjanji tidak akan turun mensosialisasikan pasangan Tomy-Andi Makkasau. “Saya tidak mau jadi tim sukses,” ucapnya.

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, sejak awal memberikan dukungan kepada sang istri, Rismayani Hamid yang maju berpasangan Andi Ilham Zainuddin.

“Harga mati bagi saya untuk memenangkan AIZ-Risma, sudah dari awal saya katakan, saya lepas dan tidak ada beban, karena hanya AIZ-Risma yang pantas dimenangkan dan melanjutkan pemerintahan yang saya pimpin,” ungkap Syamsuddin Hamid.

Terkait hasil survei yang tidak menempatkan pasangan usungan Golkar tersebut di peringkat atas, bukan alasan untuk mengendorkan kerja-kerja pemenangan.