oleh

Peringati Hari Pangan Sedunia, Earth Hour Makassar Gelar Seminar Daring

Editor : Ridwan Lallo, Penulis : Ami-Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Komunitas Earth Hour Kota Makassar berkolaborasi dengan Konsorsium Pangan Bijak Nusantara menggelar seminar berbasis daring bertajuk “Potensi Pengembangan Pangan Lokal Di Masa Pandemi”.

Seminar itu dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober.

Koordinator Kota (Korkot) Earth Hour Makassar, Nanda Irma Aulia Desi Pratiwi mengatakan istilah  Pangan Bijak diambil untuk menyatukan prinsip lokal, sehat adil dan lestari yang diinginkan ada dalam sebuah sistim dan produk pangan.

“Saat ini kampanye Pangan Bijak Nusantara mengangkat tujuh produk unggulan yang dihasilkan oleh kelompok produsen masyarakat adat dan lokal, laki dan perempuan dan dapat menjadi contoh pangan bijak,” kata Nanda sapaan akrabnya, di Hotel Fox Lite, Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu (17/10).

Adapun produk tersebut ialah beras varietas lokal dari Krayan di Kalimantan Utara, garam krosok dari Rembang di Jawa Tengah, minyak kelapa murni (VCO) dari Nias di Sumatera Utara, gula aren dari Kolaka di Sulawesi Utara, madu hutan dari Kalimantan Barat, kopi dari Toraja dan Enrekang di Sulawesi Selatan, serta sagu dari Sungai Tohor di Kepulauan Riau. Dan jutaan yang lain produk pangan bijak di Indonesia termasuk di Sulawesi.

Nanda menambahkan, sektor ekonomi dan ketahanan pangan merupakan sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Sehingga kegiatan pangan bijak dirasa sangat penting digaungkan. “Dengan memanfaatkan pangan lokal, kita bisa mensejahterakan petani lokal sekaligus membantu perekonomian dan tetap melestarikan lingkungan,” ungkapnya.

Melalui peringatan ini, kata Nanda menjadi momentum dan wadah untuk menambah pengetahuan masyarakat, khususnya peserta seminar.

Adapun pemateri dalam seminar tersebut diantaranya, Darmawan Daeng Nassa selaku Pendiri Rumah Hijau Denasa, Dr. Saptarining Wulan (Duta Pangan Bijak Nusantara), Herman Saleh (Perwakilan Konsorsium Pangan Bijak Nusantara) dan Ir.Hj.Fitrianil, M.P (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan).

Kegiatan serupa digelar di 5 Kota di Indonesia yakni, Makassar Yogyakarta, Jakarta, Medan dan Bandung.

Diketahui, Earth Hour sendiri merupakan merupakan salah satu gerakan yang diinisiasi oleh WWF (World Wide Fund for Nature) yang berfokus pada kampanye global untuk melawan perubahan iklim. (*)