oleh

Kemenpan RB Apresiasi Inovasi Kejati Sulsel

Editor : admin 1, Penulis : Sugihartono-Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO- Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB, Jufri Rahman melakukan peninjauan langsung Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kamis 17 Agustus.

Tiba sekira pukul 13.00 Wita, Jufri Rahman langsung melakukan peninjauan disejumlah ruangan. Termasuk ruang pelayanan masyarakat, ruang informasi PTSP, serta ruang pelayanan hukum masyarakat.

Ia mengapresiasi inovasi dan perubahan yang ditunjukkan Kejaksaan Tinggi Sulsel, termasuk ketersediaan sarana Podcast Ewako Adhyaksa, yang diketahui menjadi sarana andalan Kejati Sulsel.

“Ini semua sudah cukup bagus,” ujar Mantan Kepala Bapenda Sulsel tersebut.

Diketahui Kejaksaan Tinggi Sulsel sebelumnya telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada 2019 lalu. Tahun ini Kejati Sulsel, utamanya pimpinan Firdaus Dewilmar menargetkan WBBM.

Sejumlah inovasi untuk menyempurnakan pelayanan masyarakat serta sarana lainnya di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel terus disempurnakan, termasuk sarana interaktif berupa Podcast Ewako Kejati Sulsel. Serta posko aduan masalah investasi.

Firdaus Dewilmar mengatakan, pihaknya optimis meraih predikat WBBM tahun 2020 ini dengan nilai yang sempurna.

“Kalau ditanya optimis, tentu saya sangat optimis, WBBM bisa kita raih, apalagi sarana penunjang WBBM dinilai pak Deputi sudah sangat baik,” bebernya.

Firdaus lebih lanjut mengatakan, sejak awal dirinya sudah begitu komitmen untuk meraih predikat WBBM, terbukti perencanaan matang telah dibuat dan reformasi birokrasi yang bertujuan untuk memacu agar pegawai Kejaksaan menjadi ASN Unggul terus diupayakan.

“Apa yang kita cita-citakan ini bukan tidak mungkin kita dapat tahun ini. Ewako WBBM jadi simbol komitmen bersama kita di Kejati Sulsel, itu harapan dan Alhamdulillah sejak awal, semua memang terpacu untuk meraih predikat yang bergengsi tersebut,” ujar Firdaus.

Ditengah kondisi hari ini kata Firdaus, ekspektasi masyarakat dalam penegakan hukum oleh Jaksa Kejati Sulsel kian hari, kian meningkat. Karenanya menjawab hal itu, SDM Kejati Sulsel dituntut lebih maju, peduli, smart dan inovatif. Indikator WBBM yang tertuang dalam Enam indikator area perubahan kata Jaksa Utama berpangkat dua bintang tersebut menjadi pedoman paling efektif. Dan Alhamdulillah, kata Dia, semua pegawai begitu komitmen dan antusias menjalankan pedoman tersebut.

“Secara filosofis kita (Jaksa) telah ditanamkan Tri Krama Adhyaksa, dimana kita tahu juga dasar filosofis itu juga terjabarkan dalam enam indikator perubahan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak optimistis Kejati Sulsel mampu meraih predikat WBBM tahun ini,” pungkasnya. (*)