oleh

Pendiri Polmark Tak Mau Dihadapkan dengan Erwin Aksa

Editor : Ashar Abdullah-Pilkada, Pilwalkot Makassar-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pendiri PolMark Research Center (PRC)-PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah membeberkan jika bakal calon kepala daerah Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) memang jauh lebih unggul dibandingkan dengan tiga pasangan calon lainnya. Yakni, Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Adama), Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan), dan Imran Yasin Limpo – Andi Zunnun (Imun).

Appi-Rahman meraih perolehan suara sebanyak 33, 2 persen, ADAMA 28,8 persen, Dilan 14,8 persen, dan Imun hanya 3,9 persen. Rahasia 7,8 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 11,6 persen.

Survei PolMark 23-31 Juli 2020 dengan menggunakan multistage random sampling dengan margin error 3,4 persen pada selang kepercayaan 95 persen.

“Saya mencermati perkembangan sangat cepat berkaitan Pilkada Makassar 2020, selepas saya sampaikan penjelasan resmi beberapa waktu lalu. Berkaitan ini saya perlu menegaskan bahwa saya tidak ingin pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungann elektoral dengan memanfaatkan masalah yang berkembang, yang menghadap-hadapkan saya dengan Erwin Aksa (EA). Saya tidak bisa membiarkan para kompetitor Appi-Rahman mengolah ini secara tidak sehat dan jahat, untuk keuntungan polituk dan elektoral mereka,” ungkap Eep Safulloh.

Ia menambahkan, sejak awal sebelum masalah ini mencuat menjadi isu publik bahwa dirinya memang ingin mengutamakan persahabatan dan persaudaraan di atas kemitraan bisnis.

“Saya bersungguh. Dalam konteks ini saya sama sekali tak memiliki niat untuk mempermalukan EA atau siapa pun. Karena sebab itu, maka saya tambahkan data di bawah ini ke dalam penjelasan resmi saya sebelumnya. Data itu dicuplik dari slide halaman 37 yang disebutkan dalam penjelasan resmi,” bebernya.

Pada awalnya, lanjut Eep, atas nama etika, dirinya tak ingin menjadi pihak yang mempublikasikan data ini ke sembarang orang atau ke publik.

“Tetapi dinamika cepat Pilkada Makassar 2020 membuat saya memutuskan untuk memuat data itu sebagai tambahan penjelasan saya. Niat saya hanya satu, tak ingin berkembang salah faham dan fitnah baru terhadap siapa pun, termasuk terhadap EA dan Appi-Rahman dan atau saya, dan PolMark Indonesia,” katanya.

Ia melanjutkan, dagi siapa pun memegang dokumen, yang disebut-sebut sebagai laporan survei Polmark Indonesia, saya persilakan untuk melakukan pengecekan sendiri pada slide halaman 37.

“Saya juga ingin mengimbau media, baik konvensional maupun online untuk berlaku selayaknya. Hentikan sikap partisan berlebihan. Politisasi media secara tak sehat memberikan kontribusi bagi tak sehatnya demokrasi kita. Hentikan kecendrungan untuk mempertentangkan secara tak sehat pihak-pihak yang berbeda oendapat dengan memanipulasi pemberitaan,” pungas Eep. (*)