oleh

Membaca Peluang BAS di Pilkada 2020

Editor : Muhammad Alief-Pilkada Selayar, Selayar-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO
Peta konstalasi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kepulauan Selayar semakin menghangat.

Pasalnya, Pilkada Selayar menyajikan pertarungan head to head antara sesama incumben. Muh Basli Ali selaku Bupati Petahana dan Zainuddin selaku incumben Wakil Bupati.

Lantas bagaimana peluang kedua kandidat petahana ini di Pilkada Selayar?

Direktur Lembaga Survey dan Consultant Fokus Pemilu, Zulfinas Indra menyebutkan, sebagai Petahana (Bupati), Muh Basli Ali (MBA) tentu memiliki peluang menang yang sangat besar untuk terpilih kedua kalinya karena dapat mengendalikan dan memobilisasi kebijakan ditampuk kekuasaan.

Ditambah dengan insentif electoral yang dimiliki selama 4 tahun melakukan kampanye melalui serangkaian program.

Ini dilengkapi dengan rangkaian stimulan/relaksasi selama masa Pandemi Covid-19.

Kemudian disempurnakan dengan pengalaman dan ketokohan Syaiful Arief sebagai pasangan yang mengusung akronim BAS.

Pada akhirnya diusung oleh 5 partai politik dengan total 18 kursi (72%).

Hasil Survey SMRC (Januari 2020) menempatkan bakal paslon ini dengan keterpilihan (elektabilitas) 65.90%.

Dengan durasi waktu 11 bulan sebelum Pilkada tentu ini agak rendah dibandingkan dengan Petahana yang lain di SulSel.

Dengan rangkaian sosialisasi yang massif dan pembentukan tim serta ditunjang pencitraan media, diharapkan mampu memelihara optimisme pendukung.

Namun, hasil Survey IPI (Juli 2020) sangat mengejutkan, karena hasil survey tersebut menjagokan pasangan Zainuddin-Aji Sumarno selaku sang penantang , sementara keterpilihan (elektabilitas) BAS tersisa 39,7%.

Gambaran ini menunjukkan bahwa ada trend penurunan sebesar 4,3 persen /bulan dan ini menjadi ZONA MERAH bagi seorang Petahana.

Ibarat kapal bocor yang harus cepat ditambal ataukah tenggelam bersama. Pada akhirnya Pekikan SIKALIPA akan berubah menjadi SIKALIMO. Begitupun pemilih, tentu akan memilih yang terbaik diantara orang baik.

Masih ada waktu 86 hari untuk melakukan konsolidasi dalam memelihara optimisme serta meyakinkan pemilih pada 9 Desember 2020. (*)