oleh

AMIWB Desak Kapolres Wajo Copot IPDA Syarifuddin

Editor : Lukman-Wajo-

WAJO, RAKYATSULSEL.CO – Sejumlah kasus korupsi di Wajo mandek di meja kepolsian. Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) mendesak Kapolres Wajo untuk segera mencopot Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) IPDA Syarifuddin.

Ketua AMIWB, Herianto Ardi mengatakan, kinerja unit Tipikor Polres Wajo dinilai gagal dan tekesan masuk angin dalam menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Wajo.

Sejumlah laporan korupsi yang dilaporkan masyarakat, mandek dimeja kepolisian. Hal tersebut menimbulkan efek negatif dimata masyarakat bahwa unit Tipikor Polres Wajo telah menjalin permufakatan jahat bersama sejumlah terduga terlapor agar kasus tersebut tidak ditindak lanjuti.

“Yang paling hangat saat ini, kasus indikasi Korupsi Kepala Desa Cinnongtabi, sampai sekarang perkembangannya jalan ditempat, bahkan isu yang beredar dimasyarakat bahwa pihak kepolisian diduga telah melakukan permufakatan jahat agar kasus tersebut tidak ditindak lanjuti,” katanya, Rabu, (16/9/2020).

Selain itu, kata Ardi sapaanya, tertutupnya pihak kepolsian dalam memberikan perkembangan sejumlah kasus korupsi yang bergulir semakin meperkuat keyakinan masyarakat, bahwa penanganan kasus korupsi di Polres Wajo sarat akan kongkalikong.

Padahal tugas pokok Polri menurut UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian adalah penegakan hukum. Progresivitas dan profesionalisme dalam penegakan hukum tersebut dapat diukur melalui penuntasan kasus-kasus dalam rangka menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.

“Kami menganggap IPDA Syarifuddin tidak mampu menjalankan tugasnya, Kapolres Wajo harus mengevalusi kinerja anak buahnya, silahkan mundur. Kami bosan dengan janji- janji. Jangan tajam kebawah tumpul keatas. Korupsi menghancurkan daerah dan hanya menyengsarakan rakyat,” tegasnya

Sementara, Kanit Tipikor Polres Wajo, IPDA Syarifuddin, belum memberikan keterangan terkait sejumlah penanganan kasus indikasi korupsi yang saat ini ditangani. Pesan Whatsapp yang kami kirimkan, sampai berita ini tayang belum mendapatkan respons.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam menjelaskan, untuk menepis tudingan masyarakat terhadap institusi kepolisian khusus jajaran Polres Wajo, terkait adanya tudingan isu masuk angin, pihaknya akan segera melakukan audit internal.