oleh

Disnakertrans dan BPP Kendari Gelar Pelatihan Tanggap Covid-19

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ami-Ekonomi & Bisnis-

MAKASSAR, RAKSUL – Sebanyak 90 pelaku UMKM mengikuti pelatihan UPTP Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Selasa (15/9).

Kepala UPTP BPP Kendari, Andi Asriani Koke menyebutkan dari 90 peserta tersebut terdiri dari 40 orang peserta pelatihan Wirausaha Baru, 25 orang peserta pelatihan 5-S dan 25 orang peserta pelatihan pengukuran. Peserta pelatihan ini berasal dari UMKM, karyawan / wirausaha baru dan masyarakat umum di Kota Makassar.

Kata dia, Kementerian Ketenagakerjaan melalui unit-unit pelaksana teknis bidang Pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia kembali mulai melaksanakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan perekonomian dan produktivitas untuk membangkitkan kembali perekonomian di Indonesia.

UPTP Balai Peningkatan Produktivitas Kendari sebagai Unit Pelaksana Teknis Bidang Peningkatan Produktivitas dibawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas,Kementerian Ketenagakerjaan RI sendiri yang berlokasi di Kendari.

Menurut Andi Asriani dari 10 provinsi di wilayah Indonesia Timur. UPTP BPP Kendari berupaya memberikan kontribusi nyata dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta membantu masyarakat yang terdampak krisis terutama pada lingkup wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Melalui Pelatihan Tanggap COVID-19 Pembuatan APD berupa masker kain dan disinfektan dilaksanakan secara mandiri oleh BPP kendari yang saat ini telah terlaksana sebanyak 12 paket dengan total peserta sebanyak 240 orang telah menghasilkan masker kain sebanyak 60.000 Pcs,” ucapnya.

Selain menghasilkan masker kain, sambung Andi Asriani, BPP Kendari juga secara mandiri telah memproduksi cairan disinfektan kurang lebih sebanyak 7000 liter serta Baju APD (Hazmat Suit) sebanyak 120 Pcs

“Hasil Kegiatan Tanggap COVID-19 telah disalurkan pada wilayah kerja BPP Kendari antara lain, Pemkot Kendari yang diterima langsung oleh Walikota Kendari di Rujab Walikota, Polda Sultra, Ajenrem 143/ Haluoleo Kendari, RSUD Bahteramas, Pengurus NU Sultra, APINDO Sultra, Perbarindo Sultra, Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, Yayasan Hermanto, distribusi langsung ke pasar-pasar di Kota Kendari (Pasar Baru, Pasar Sentral, Pasar Baru, Pasar Mandonga, Pasar Lawata, dan PKL sepanjang Bypass), Pemulung dan Tukang becak, serta masyarakat sekitar kantor BPP Kendari,” tandas Asriani.

Selain itu, 7 Satker Kanwil Hukum dan Ham Prov. Sultra (Rutan, Lapas, dan UPT Kemehum dan Ham lain lingkup Prov. Sultra), Pemkab Wakatobi yang dijemput langsung oleh Wakil Bupati Wakatobi,
Pemkab Konawe Utara yang dijemput oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Konawe Utara;

Pemprov Sulbar yang diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi barat di Kantor Gubernur, Pemprov Sultra yang diterima langsung oleh PJ. Sekretaris Daerah di Rujab Gubernur Sultra. PW Nahdhatul Ulama dan Pondok Pesantren yang diterima langsung oleh Ketua PW NU Sultra Perbarindo Sultra yang diterima langsung oleh ketua Perbarindo Sultra.
Bupati Bombana yang diterima langsung oleh Bapak Bupati Bombana Fatayat NU Kabupaten Takalar dan Kabupaten Buton.

“Sebagai upaya untuk pengembangan SDM dan meningkatkan Produktivitas di Wilayah Indonesia Timur, dalam kurun 4 tahun terakhir (2017- Juni 2020), BPP kendari telah melatih sebanyak 8.930 orang yang berasal dari Dunia Usaha (UMKM), Dunia Pendidikan, Masyarakat Umum, dan Instansi Pemerintah dalam kegiatan Pelatihan Bidang Produktivitas serta 220 Perusahaan telah mendapatkan Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara tersebar pada 10 Provinsi wilayah kerja BPP Kendari,” tandas Andi Asriani.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinisi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, menyampaikan, program pelatihan tersebut sejalan dengan visi misi gubernur Sulsel, yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusi, dan berkarakter.

“Pelaksanaan pelatihan di bidang produktivitas salah satu upaya untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui cara penerapan alat, metode, dan teknik peningkatan produk,” tutur Abdul Hayat.

Disamping itu, kata Abdul Hayat, pembangunan SDM menjadi prioritas pembangunan 2020-2024 untuk menghasilkan SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan teknologi. Serta mengundang talenta global untuk ikut bekerja sama. (*)