oleh

Mantan Aktivis Unismuh: Setop Politik Identitas

Editor : Ridwan Lallo-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 sudah memasuki tahapan. Tim kandidat sudah mulai melakukan kerja-kerja politik dengan berbagai cara untuk mencari dukungan simpati rakyat demi memenangkan jagoannya.

Mantan aktivis kampus yang juga mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Arfah, sangat menyayangkan perilaku tim suskes yang menggunakan politik identitas untuk mencari dukungan.

Selain itu Arfah menambahkan, pluralisme, toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sudah ada sejak jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan dari pluralisme, toleransi, persatuan dan kesatuan itu pula tercipta kekuatan-kekuatan maha dahsyat yang kemudian berhasil memerdekakan Indonesia dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Makna kesatuan karena kita dari suku bangsa, etnis, agama, budaya dan bahasa yang bersatu padu, jadi bhineka tunggal ika adalah sebuah keniscayaan yang harus dijadikan kekautan dalam membangun bangsa ini. Bukan justru kita memecah bela persaudaraan yang selama ini terjaga,” jelasnya.

“Jadi kami mengajak para tim sukses kandidat walikota dan wakil walikota mari kita berkampanye dan menggalang dukungan dengan cara santun elegan di Pilkada Kota Makassar,” pungkasnya. (*)