oleh

Dewan Etik Dosen Mulai Sidangkan Kasus Dugaan Manipulasi Pangkat Akademik WR 1 UPRI

Editor :Lukman-Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Etik Dosen Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi mulai menyidangkan kasus dugaan manipulasi pangkat akademik Wakil Rektor (WR) 1 Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar sekaligus Dekan FKIP, Muhammad Tahir Gani, Rabu (19/8).

Sidang kode etik ini dipimpin langsung Prof DR H. A. Muin Fahmal, SH. MH didampingi Prof Dr. Hj. Andi Melantik Rompegading (Rektor Universitas Sawerigading), DR. Agus Salim, SH.,M.H (Rektor Universitas UKIP Makassar), Dr. Muliyadi Hamid, SE, M.Si (Rektor Unifa Makassar), Prof Dr Eliza Meiyani MSi (Sekertaris Dewan Etik L2Dikti Wilayah IX), dan Prof. Dr. Saifuddin, M. Si.

Dalam sidang tersebut menghadirkan Muhammad Tahir Gani sebagai terlapor dan Dekan FKIP UPRI Periode 2015-2020 Dr. H Mustain Thahir, M.,Pd sebagai saksi. Sidang ini digelar terpisah di Aula LLDikti Wilayah IX Sulawesi.

Mustain Thahir usai memenuhi panggilan sidang Dewan Etik Dosen LLDikti Wilayah IX Sulawesi mengatakan jika dirinya dipanggil sebagai saksi soal laporan dugaan pelanggaran akademik yang dilakukan Muhammad Tahir Gani.

Dalam sidang tersebut kata Mustain Thahir,
dirinya menjelaskan kepada dewan etik terkait dugaan pemalsuan pangkat akademik Lektor Kepala yang dinilai dilakukan secara sadar oleh Muhammad Tahir Gani.

“Jadi tidak sinkron antara tunjangan sertifikasi yang diterima dengan identitas dalam PDPT (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi),” kata Mustain Thahir.

Mustain Thahir berharap, tupoksi dewan etik mengambil keputusan secara profesional. Jangan sampai kasus dugaan pelanggaran akademik ini dibiarkan begitu saja.

“Saya mengharapkan kasus ini bisa diselesaikan dengan profesional demi mutu pendidikan kita kedepannya. Dan hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dalam memajukan kualitas pendidikan kita,” harapnya. (*)