oleh

Dukungan Ganda, Siapa Tersingkir?

Editor : Lukman-HL, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dukungan ganda mewarnai rekomendasi calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Merujuk pada petunjuk pelaksanaan, Musda X Golkar Sulsel hanya bisa diikuti maksimal tiga bakal calon.

Dalam Juklak, salah satu poin syarat bakal calon untuk bisa maju, setiap bakal calon harus didukung sekurang- kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara.

Sementara Musda sendiri jumlah pemilik suara sebanyak 30 suara. Jika dihitung dari jumlah pemilik suara, maka maksimal tiga calon yang bisa bertarung.

Adapun penyerahan dukungan bakal calon Ketua Golkar Sulsel diikuti empat sosok petarung politik. Keempat bakal calon ini masing-masing mengklaim telah mencukupkan perolehan suara.

Taufan Pawe yang juga Wali Kota Pare Pare memastikan suara yang ia kantongi telah mencukupi kuota yang ditetapkan panitia. Supriansa pun demikian, ia mengaku mengantongi hampir 50 persen dari 30 pemilik hak suara.

Begitu juga dengan Syamsuddin Hamid tegaskan syarat untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel telah ia penuhi termasuk syarat dukungan yang 30 persen itu. Yang terakhir ada Hamka B Kady, kader senior yang juga Anggota DPR RI itu juga mengaku meyerahkan syarat dukungan 30 persen suara dari pemilik hak suara.

Untuk memastikan adanya dukungan ganda, Koordinator Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel, Arfandy Idris mengaku masih melakukan verifikasi faktual terhadap berkas dukungan 30 persen calon Ketua Golkar Sulsel.

“Kami belum bisa menyampaikan kepada publik perihal dukungan ganda atau tidak memenuhi syarat. Sampai saat ini kita masih lakukan verifikasi,” ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, jika nantinya dalam proses verifikasi ditemukan dukungan ganda, maka sesuai amanat anggaran rumah tangga, pihaknya akan melaporkan ke panitia Musda.

“Itu nanti kami laporkan ke Musda, semuanya apapun yang kami dapatkan baik itu verifikasi administrasi atau faktual yaitu ganda itu kami laporkan ke panitia Musda,” terang dia.

“Tentu berkas calon yang kita verifikasi akan diumumkan jika kepastian jadwal hari (H) Musda digelar,” terangnya.