oleh

Diduga Palsukan Pangkat Akademik, Dewan Etik Dosen Segera Panggil Wakil Rektor 1 UPRI Makassar

Editor :Lukman , Penulis : Armansyah-Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kasus dugaan pemalsuan pangkat akademik yang dilakukan Wakil Rektor l bidang akademik UPRI Makassar, Dr. Moh. Tahir Gani., M. Si terus bergulir. Bahkan kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh Dewan Etik Dosen LLDIKTI Wilayah IX.

Ketua Dewan Etik Dosen LLDikti Wilayah IX, Prof. Dr. Ma’ruf Hafidz SH,. MH mengatakan, pihaknya belum memutuskan jenis sanksi yang akan diberikan kepada Wakil Rektor 1 UPRI, Tahar Gani. Meski demikian dewan kode etik dosen telah melakukan rapat koordinasi terkait kasus tersebut.

“Kita sudah rapat tapi belum putuskan. Karena laporannya ke dewan etik, maka hukumnya kita wajib klarifikasi,” kata Ma’ruf Hafidz, Rabu (29/7).

Rencananya, sambung Ma’ruf—sapaan akrabnya, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada Tahar Gani. Agendanya, mengklarifikasi atas laporan dugaan pemalsuan pangkat akademik.

“Apakah laporan ke dewan etik dosen itu betul atau tidak. Makanya kita panggil pihak terkait (Tahar Gani) untuk klarifikasi,” ungkapnya.

Bahkan, kata Ma’ruf, pihaknya telah membentuk tim investigasi terkait dugaan pemalsuan pangkat akademik yang diduga dilakukan Tahar Gani. Jika terbukti, maka akan dilanjutkan sidang pemberian sanksi.

“Kita akan klarifikasi apakah ada dugaan pelanggaran akademik atau etika. Habis lebaran baru kita panggil untuk klarifikasi. Soal apa sanksinya, nanti akan kami sampaikan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya jika Tahir Gani diduga telah melakukan praktek manipulasi data Pangkat Akademik dengan jabatan Lektor Kepala.

Padahal berdasarkan data yang ada di Pangkalan Data Perguruan Tinggi, jabatan terakhir Dr. Moh. Tahir Gani adalah Lektor. Sehingga diduga kuat Surat Keputusan (SK) Lektor Kepala yang dimiliki saat ini, telah dimanipulasi dengan membuat sendiri SK tersebut. (*)