oleh

Prospek Bisnis Tahu Atasi Covid-19 (Part 1)

Editor :any Ramadhani-Berita

 

Pengabdian Dosen UMI Makassar – Program Kemitraan Masyarakat DRPM Ristek-BRIN 2020

Oleh : Andi Aladin (Dosen Teknik Kimia FTI UMI, andi.aladi@umi.ac.id ), Basri Modding ( Dosen Manajemen/Ekonomi FE UMI Makassar, Takdir Syarif (Dosen Teknik Kimia FTI UMI)

SALAH satu usaha yang berprospek oleh karena terjadinya wabah Corona, Covid-19 yakni pembuatan tahu. Terutama tahu jenis tahu kuring. Sebab tahunnoo mengandung unsur vitamin dn gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari virus.

Untuk mendorong pengembangan usaha pembuatan tahu tersebut, tim dosen pengabdian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Andi Aladin (Dosen Teknik Kimia FTI UMI, Basri Modding ( Dosen Manajemen/Ekonomi FE UMI Makassar dan Takdir Syarif (Dosen Teknik Kimia FTI UMI) melakukan pendampingan dari proses produksi, pembenahan manajemen hingga promosi/pemasaran.

“Selama pandemi terjadi, produksi dan penjualan industri kecil tahu meningkat. Alasannya tahu bisa menangkal Corona karena kandungan gizinya,” jelas A Aladin.

Tahu berbahan baku kedelai atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan, merupakan sumber utama protein nabati. Tanaman kedelai telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Indonesia sebagai negara pertanian yang subur, memiliki lahan tanaman kedelai mencapai seluas sejuta ha, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1,5 juta ton dengan masa panen per tiga bulan. Kedelai merupakan bahan baku utama dalam produksi makanan tahu.

Tahu adalah makanan kaya gizi protein yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”.

Tahu merupakan salah satu bahan kuliner yang dapat digunakan di berbagai jenis makanan tradisional Indonesia. Teksturnya yang lembut membuat tahu mudah diolah dan dapat dikonsumsi oleh semua umur.

Selain itu, karena rasanya yang sesuai dengan selera lidah Indonesia, tahu banyak ditemukan di berbagai variasi makanan Indonesia. Aneka makanan berbasis tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling, tahu isi (tahu bunting), perkedel tahu, dan kerupuk tahu, tahu pedes, tahu krispi dan masih banyak lainnya. Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti mie bakso dan soto; atau batagor.

Tahu adalah makanan rendah kalori namun tinggi protein. Tahu adalah sumber yang baik dari berbagai mineral,  seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, kalium. Vitamin pada tahu seperti vitamin D, A, B6, C, thiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat.

Tahu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko kanker, anemia, osteoporosis, dan kadar kolesterol. Tahu merupakan sumber protein yang baik untuk membantu menjaga kesehatan jantung . Maka tidak heran jika makanan tahu ini merupakan bahan yang umum untuk masakan seperti Cina sejak berabad-abad lalu, dan makanan sangat populer di Indonesia, dan di negara-negara Asia lainnya, termasuk jepang, walaupun dengan sebutan yang lain yaitu tofu.

Tahu sebagai sumber protein tinggi sangat tepat untuk jadi konsumsi harian, mengingat tubuh manusia membutuhkan protein agar dapat berfungsi dengan baik. Protein tidak hanya bisa diperoleh dari daging hewani, banyak protein nabati yang bisa kita dapat seperti pada tahu. Vegetarian bisa mendapatkan protein dalam jumlah yang tepat dari tahu atau kedelai.  Jika mengkonsumsi daging merah secara berlebih dapat memberikan dampak kesehatan, menyebabkan berbagai penyakit. Namun dengan mengkonsumsi tahu, kondisi tersebut dapat dihindari. (*)