oleh

PLN ULP Bantaeng Pastikan Keselamatan Pelanggan Sebelum Alirkan Listrik

Editor :Iskanto , Penulis : Jejeth-Bantaeng, Daerah, Peristiwa-

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Pasca bencana banjir bandang yang menimpa Kabupaten Bantaeng, Jum’at (12/6) lalu. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bantaeng terus melakukan pembenahan.

Manager PLN ULP Bantaeng, Rhamadani Wibisono mengatakan, saat terjadi banjir bandang, sebanyak 109 gardu yang terendam. Sabtu 13 Juni 2020 sebanyak 50 gardu telah selesai diperbaiki.

Hingga tengah malam tersisa 12 gardu. Minggu 14 Juni 2020 pihaknya juga akan segera memperbaiki 12 gardu itu.

“Secara sistem, listrik sudah berjalan normal. Cuman kami mau pastikan instalasi di rumah – rumah warga. Jangan sampai kita nyalakan ternyata instalasi di rumah warga bermasalah. Kami juga mengutamakan keselamatan warga,” kata Rhamadani Wibisono, Minggu (14/6).

Dia menjelaskan, terdapat tiga tiang listrik yang roboh saat banjir. Di Bonto Atu, Bonto Langkasa dan di Rumbia.

“Tiang yang roboh di Rumbia Jeneponto itu terkena longsor. Di Bonto Atu sekitar jam setengah dua tadi malam itu telah kami selesaikan. Untuk yang di Bonto Langkasa sekitar lima tiang roboh kami akan kerjakan hari ini,” katanya.

Pihaknya kata dia saat ini tengah kerja maraton dengan lima tim. Tiap timnya beranggotakan lima orang untuk membenahi kelistrikan.

“Kami juga mendapat bantuan dari PLN Bulukumba untuk penormalan ini,” kata dia.

Dia membeberkan, PLN Wilayah Sulselbar juga sudah mengetahui bencana tersebut. Kata dia, PLN Wilayah selalu memantau progres dan laporan.

“Untuk diketahui, kami mengutamakan keselamatan masyarakat. Kami ingin memastikan pelanggan aman semua, kalau semua sudah aman kami bisa nyalakan dan normalkan semua sistem (kelistrikan) di Bantaeng,” kata dia. (*)