oleh

Menyimak Arah RUU Pemilu; Dapil di Parepare Bakal Kembali Empat

PAREPARE, RAKSUL- Meskipun saat ini Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu masih menunggu pandangan fraksi sebagai upaya penyempurnaan, namun draf sebagai salah satu RUU prioritas yang telah dimasukkan ke dalam Prolegnas tahun 2020 ini telah menjadi isu hangat yang banyak diperbincangkan, termasuk di Kota Parepare.

Salah satunya, Legislator asal Partai Demokrat, Rahmat Sjamsu Alam.

Ketua DPC Partai Demokrat Parepare ini mengulas poin-poin menarik perhatian dalam draf RUU Pemilu berdasarkan Putusan MK Nomor 55/PUI-XVII/2019 yang dalam amar putusannya menyebutkan bahwa pemilu dilaksanakan serentak.

Pemilu serentak yang dimaksud Ato, tidak seperti pemilu yang dibayangkan selama ini bahwa Pilpres, Pileg dan Pilkada akan dilaksanakan secara bersamaan, namun RUU ini justru mengelompokkan pemilu ke dalam dua kategori yaitu pemilu nasional dan pemilu lokal.

Titik tekan keserentakan pemilu disesuaikan dengan kategorinya. Pertama, Pemilu Nasional meliputi, Pilpres, Pemilu Legislatif DPR RI dan Pemilu DPD. Tiga jenis pemilu ini dikelompokkan sebagai pemilu nasional yang diadakan serentak 2 tahun setelah pemilu lokal. Kedua, Pemilu Lokal yang meliputi, Pemilihan kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) dan Pemilu Legislatif DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

“RUU Pemilu ini memberi 6 opsi dan salah satu opsi yang telah disetujui Komisi 1 DPR RI adalah pemilu Presiden serentak bersamamaan Pemilu DPR RI dan DPD, sedang pemilihan kepala daerah serentak dengan pemilihan anggota DPRD Provinsi dan Kab/Kota,” ungkap Ato, sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Parepare ini, Senin, (8/6/2020).

Lanjut Ato, poin berikutnya yang menarik dalam RUU Pemilu terbaru tersebut adalah pemilihan Legislatif yang akan dilakukan seperti model yang lalu.

“Pileg kembali pada model tahun-tahun sebelumnya yaitu sistem Proporsional Terbuka atau sistem nomor urut, serta adanya penambahan-penambahan beberapa dapil dalam pemilihan legislatif karena terjadinya perubahan batas maksimal kursi dalam satu dapil,” urai Ato.

Jika sebelumnya, daerah pemilihan (dapil) di Kota Parepare terdapat tiga dapil (Bacukiki-Bacukiki Barat, Ujung dan Soreang), maka pada RUU Pemilu baru ini akan mengembalikan jumlah dapil di Parepare menjadi empat dapil, yakni Bacukiki, Bacukiki Barat, Ujung, dan Soreang.

“Kalau dulu minimal 3 kursi sampai 12 kursi, sedangkan dalam usulan draf minimal 3 dan maksimal 8 kursi. Ini berarti untuk Kota Parepare yang ini disetujui maka nantinya ada 4 dapil, yaitu Dapil 1 Soreang dengan 8 kursi, dapil 2 Bacukiki Barat 7 Kursi, dapil 3 Ujung dengan 6 kursi dan dapil 4 Bacukiki dengan 4 kursi,” detail Legislator berlatar belakang pendidikan Sarjana Hukum ini. (*)