oleh

Kali Keempat, Parepare Kembali Sukses Raih WTP

Editor :Niar , Penulis : Yanti-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019. 

WTP yang diraih kali keempat oleh Pemkot  Parepare di bawah kendali Walikota Taufan Pawe ini, diterima sejak tahun anggaran 2015 lalu disusul secara beruntun pada tahun anggaran 2016 hingga 2017. 

Meski sempat mundur menjadi status opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) lantaran kasus Dinas Kesehatan (Dinkes) pada 2018, namun Pemkot Parepare sukses keluar dari opini tersebut, dan kini berhasil mempersembahkan kembali opini WTP di tahun anggaran 2019. 

Raihan opini WTP yang diterima 17 kabupaten/kota di Sulsel, termasuk Kota Parepare ini, disampaikan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Priyono dalam kegiatan penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap LKPD kabupaten/kota di Provinsi Sulsel melalui video konferensi (vidkon), Jumat, (29/5/2020). 

“Kami ucapkan selamat khusus kepada Pemerintah Kota Parepare karena keluar dari WDP atas satu kasus kemarin, namun pada 2019 sudah tidak mempengaruhi dan berhasil keluar meraih opini WTP,” ujar Wahyu Priyono.

Sementara, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe menyampaikan, predikat tersebut merupakan buah kerja keras yang transparan dan akuntabel dalam tata kelola keuangan.

Taufan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada legislatif sebagai mitra terbaik dalam fungsi pengawasan, sehingga Parepare kembali berhasil meraih opini WTP.

“Terima kasih kepada para pengguna anggaran, terima kasih kepada 25 anggota DPRD. Mudah-mudahan predikat WTP bisa kita pertahankan untuk anggaran 2020,” ujar Taufan. 

Kepada awak media, Taufan Pawe menguraikan upaya-upaya yang dilakukan sehingga kembali berhasil meraih predikat WTP, meski sempat WDP akibat kasus kerugian negara yang timbul di Dinas Kesehatan pada 2018 lalu.

“Saya secara pribadi harap-harap cemas bisa kembali WTP atau tidak karena temuan di 2018 yang sudah menjadi kasus dan bergulir di pengadilan, jangan sampai masih menjadi faktor penghambat,” urainya. 

Lanjut Taufan, meski demikian, ia tetap optimis atas kerja-kerja pemerintahan. “Dan saya yakin kinerja Pemkot, saya memproteksi jajaran saya dan pengguna anggaran untuk ‘on the track’. Hasil audit BPK secara jelas kerugian negara Rp 6 M lebih. Kami berusaha meyakinkan pemerintah pusat, bahwa kerugian ini oleh siapa dan untuk siapa, sehingga alhamdulillah, persoalan di 2018 tidak mempengaruhi lagi, termasuk dengan menyita hasil kinerja APIP dan majelis TPPGR. Langkah-langkah itulah, sehingga kami optimis keluar dari opini sebelumnya. Dan akhirnya Parepare kembali raih opini WTP empat kali,” lugas Taufan yang didampingi Sekda, Iwan Asaad, Ketua DPRD, Andi Nurhatina, dan Wakil Ketua DPRD, Rahmat Sjamsu Alam.

“Saya apresiasi kepada Pemkot Parepare sajian laporan keuangan oleh BPK dan hasilnya WTP. Ini menandakan antara pemerintah daerah dan DPRD menjalankan pemerintahan berjalan dengan baik,” terang Ato, sapaan putra mantan Walikota Parepare, Syamsu Alam.

Raihan Opini BPK kepada Pemkot Parepare, dari 2013 hingga 2019:

– 2013 = Disclaimer
– 2014 = WDP
– 2015 = WTP
– 2016 = WTP
– 2017 = WTP
– 2018 = WDP
– 2019 = WTP