oleh

Bersama BKKBN, Aliyah Mustika Ilham Berbagi APD untuk Bidan

MAKASSAR, RAKYATSUSEL.CO – Dipenghujung Ramadhan, Anggota DPRI Komisi IX, Aliyah Mustika Ilham berbagi bersama kader KB dan tenaga kesehatan di Puskesmas Tamamaung, Jumat (22/5/2020).

Selaku mitra dari BKKBN, yang tengah menggelar Sosialisasi Advokasi dan KIE Bangga Kencana, Aliyah Mustika Ilham mengkampanyekan kepada kader untuk tetap menjaga jarak dimasa Pandemi Covid19 ini.

“Menjadi tanggung jawab saya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya kesehatan. ingat jaga jarak fisik, dan juga jaga jarak kehamilan,” ujar ibu Aliyah Mustika Ilham.

Dimasa pandemi, bukan hanya positif Covid yang terus bertambah, positif kehamilan pun meningkat, bahkan mencapai 105 persen peningkatannya se Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut pula, Ibu Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kabar 16 tenaga kesehatan RS Wahidin yang dinyatakan positif Corona.

“Tetap jaga jarak, jaga diri, jaga keluarga, masa pandemi belum berakhir. Kasian tenaga-tenaga kesehatan jika kita tidak bekerja sama,” lanjutnya.

Bahkan beliau mengingatkan akan tidak ada gunanya baju baru tanpa tubuh yang sehat. “Baju baru tidak ada artinya tanpa kesehatan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sulsel, Dra Andi Rita Mariani, M.Pd, yang mengajak masyarakat untuk bersama cegah Covid dan menunda kehamilan.

“Ayo cegah Covid, Cegah Putus Pakai Kontrasepsi, menunda kehamilan,” ujarnya.

Mengapa kehamilan ditunda, menurut Andi Rita dikarenakan kondisi hamil sering kali mengakibatkan imunitas tubuh menurun, sehingga cukup rentan di tengah Pandemi.

Dalam kesempatan tersebut, selain membagikan sembako bagi kader KB, juga dibagikan APD bagi para bidan.

Sehari sebelumnya, Ibu Aliyah Mustika Ilham pun menyempatkan berbagi vitamin, dan sembako bersama team pemulasaran jenazah Covid19, di Posko Covid19 Prov Sulsel.

Koordinator Tim Edukasi, Ahmadi Arief, SkM, yang menerima kehadiran ibu Aliyah Mustika Ilham tak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam.

“Alhamdulillah, bantuan vitamin memang sangat dibutuhkan oleh tim, apalagi sebagian besar tim dituntut untuk bekerja lebih ekstra hingga larut, dikarenakan jenazah Covid harus tuntas hingga penguburan hanya dalam jangka waktu 4 jam,” tuturnya.