oleh

Salat Ied Boleh di Masjid, Asal…

Lukman and Al Amin-HL, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Status Makassar boleh PSBB, namun salat Idulfitri memungkinkan digelar berjamaah di lokasi umum. Pj Wali Kota Makassar segera menerbitkan edaran khusus terkait hal itu.

Pj Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf, mengatakan terdapat dua opsi pelaksanaan salat Ied setelah mendengarkan masukan dari berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, pakar kesehatan dan para pakar ekonomi. Yakni kemungkinan dapat dilaksanakan berjamaah di masjid-masjid atau bahkan di lapangan terbuka.

“Semua tokoh masyarakat sudah mengatakan kami butuh berdoa juga. Tapi keputusan resminya akan ada surat khusus edaran kepada seluruh stakeholder,” ujarnya.

Revisi peraturan wali kota (Perwali) terkait ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditegaskan segera diterbitkan. Tak terkecuali ketegasan apakah PSBB Makassar bakal berlanjut ke tahap III atau dinyatakan berakhir pada 22 Mei 2020 nanti.

Apapun opsi pilihan pelaksanaan salat Ied, Pj Wali Kota Yusran Yusuf memastikan bahwa pemerintah melalui tim gugus tugas akan hadir sebelum pelaksanaan hari H dan saat pelaksanaan hari H. “Ada Satgas yang bertugas, tapi tunggu edaran resmi wali kota” terangnya.

Di Sulsel, ketegasan kepala daerah yang memperbolehkan shalat Ied di lokasi umum, baru diterbitkan Bupati Sidrap Dollah Mando. Hanya saja, panitia pelaksana salat Ied dipersyaratkan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat semisal ketersediaan bilik sterilisasi, alat pengukur suhu, tempat cuci tangan, dan keharusan memakai masker.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), yang ditemui usai rapat penetapan pelaksanaan Ied bersama Forkopimda, Senin (18/5), mengimbau masyarakat agar melakukan salat Ied di rumah masing-masing.

“Pandemi Corona ini kita komitmen memutus mata rantai, maka lebaran kali ini diimbau untuk melakukannya di rumah saja. Ini bukan larangan, berikutnya kesadaran masyarakat untuk berempati dalam menjaga kesehatan,” ujar Nurdin Abdullah.