oleh

Gowa Tak Perpanjang PSBB, Edukasi Tetap Jalan

Editor : Arif Saeni-Gowa, HL-

GOWA, RAKYATSULSEL. CO—– Setelah melakukan kajian dan evaluasi yang komprehensif, Pemerintah Kabupaten Gowa akhirnya mengambil kesimpulan untuk tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Gowa.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan Forkopimda Gowa semalam, Jumat 15/5, dan membahas secara mendalam akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan PSBB di wilayah Kabupaten Gowa,” ujarnya dalam video.konferensi lewat peace room A’Kio Pemkab Gowa, Sabtu 16/5.

Seperti diketahui, PSBB di Gowa.mulai diberlakukan 4 Mei dan akan berakhir Minggu 17 Mei besok, dengan 449 ODP, 211 PDP dan 67 positif.

Dengan tidak diberlakukannya PSBB ini, orang nomor satu di daerah ini mengatakan bukan berarti anjuran dalam PSBB akan diabaikan, akan tetapi tetap melakukan edukasi, baik pada penggunaan masker, phisical distancing dan social distancing, dan tetap cuci tangan.

Keputusan ini tentu saja mendapat sokongan dari Ketua DPRD Gowa, H. Rafiuddin dan Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Suaib, bahwa kalau pun tidak lagi dilanjutkan PSBB, namun edukasi kemasyarakat akan tetap dilanjutkan.

“Saya sangat setuju dengan kebijakan Bapak Bupati, tapi bukan berarti semua sudah selesai, tapi bagaimana ada pemahaman yang sama di dewan, bahwa kebijakan ini memberikan harapan bahwa Covid-19 bisa segera berakhir,” ujar Ketua DPRD Gowa.

Sementara itu, Dandim Gowa Suaib, mengatakan, kendati PSBB sudah selesai, akan tetap melanjutkan social distancing, phisical distancing, pakai masker dan cuci tangan.

Selain itu, pos-pos yang selama ini ada, menurut Suaib, akan tetap dilanjutkan utamanya di perbatasan Makassar-Gowa tepatnya Mallengkeri dan perbatasan Makassar-Gowa di Tun Razak.

“Bahkan, kita akan melakukan pemeriksaan secara acak pada tiap Pos, dan jika ada pemeriksaan suhu diatas 37 derajat maka akan langsung diswab,” ujarnya.

Suaib juga mengakui, pihaknya bersama Polres Gowa akan tetap melakukan patroli di jalan-jalan, kalau kemudian ada
masyarakat yang tidak patuh, maka akan diamankan dan dilakukan pemeriksaan. “Kalau rapidnya reaktif akan langsung diisilosi,” katanya.

Tapi.yang lebih penting, bagaimana menjaga daerah yang zona hijau agar tidak terkontaminasi dari luar yang terindikasi terpapar Covid-19, dengan melakukan pengawasan ketat kepada orang-orang yang keluar masuk. (**)