oleh

Lions Club Makassar Serahkan Bantuan ke IDI

Editor :doelbeckz , Penulis : Armansyah-Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Wabah virus corona (Covid-19) asal Wuhan, China terus memakan korban di Makassar. Tercatat per 1 Mei 2020 jumlah kasus positif menjadi 367 kasus, ODP 933 kasus, PDP 403 kasus, dan 56 orang meninggal dunia.

Ketua IDI Makassar Dr Siswanto Wahab Sp KK didampingi Humas IDI Makassar Dr Wachyudi Muchsin SH yang tergabung dalam Tim Satgas Covid -19 Unhas mengatakan, salah satu cara terbaik masyarakat untuk dapat melawan virus corona bersama dokter dan paramedis dengan menjadi donatur.

“Terima kasih kepada Lions Club Internasional Cabang Kota Makassar yang selalu hadir dalam setiap bencana terakhir membantu membantu Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan handscoon dalam menangani Covid-19, sebab saat ini sangat terbatas, namun tidak membuat dokter dan paramedis patah semangat dengan kondisi alat apa adanya melayani pasien,” jelasnya.

“Dampak dari keterbatas ini, telah banyak memakan korban, baik meninggal dunia dan positif corona menjadi pahlawan kemanusiaan, karena terpapar virus Covid-19 saat menjalankan tugas menyembuhkan pasien Covid-19,” tambah Dokter Anto.

Sementara, Ketua satgas IDI Kota Makassar Tanggap Covid-19 DR dr Muhammad Sakti Sp OT didampingi Dr dr David Gunawan Umbas Sp S (K) Wakil Ketua IDI Kota Makassar mengatakan, bersyukur ternyata perhatian untuk para dokter sudah mulai menyentuh ke hati masyarakat. Salah satunya organisasi internasional Lions Club yang menyerahkan donasi bagi tenaga medis dalam rangka penanganan pasien Covid-19 yang sangat peduli akan kemanusiaan sejak dahulu tergugah hatinya untuk membantu Tim Satgas Covid-19 IDI Kota Makassar.

“Alhamdulillah, semoga para donatur terus membantu agar dokter, paramedis, dan relawan Covid-19 dapat bekerja maksimal dengan dilengkapi alat pelindung diri dan obat penunjang lainnya,” ujar Dokter Sakti.

Ruddy Effendi Lions Clubs Internasional Makassar District 307 B2 saat menyerahkan bantuan ke IDI Kota Makassar mengatakan, angka kematian dokter di Indonesia akibat virus corona merupakan tertinggi di dunia, penyebab utama minimnya APD serta ketidakjujuran masyarakat sudah pernah berinteraksi yang sudah terpapar virus Covid-19.

“Segenap keluarga besar Lions Clubs Intenasional Cabang Makassar menghaturkan duka mendalam tanpa dokter dunia lumpuh dokter merupakan aset, sehingga wajib dilindungi, sebab kalau dokter selamat, maka banyak jiwa yang terselamatkan,” kata Ruddy Effendy. (****)