oleh

Dokter Yudi: Di Rumah Saja, Sudah 27 Positif Corona di Sulsel

Editor :doelbeckz , Penulis : Armansyah-Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penambahan pasien positif corona di Sulsel yang naik cukup besar mendapatkan perhatian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Dimana berdasarkan data yang dirilis Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto per 26 Maret pukul 12.00 WIB, hanya dalam waktu sehari bertambah 14 kasus positif, sehingga totalnya menjadi 27 kasus positif corona di Sulsel.

Sementara, secara nasional saat ini ada penambahan 103 orang positif corona jumlah total 893 kasus. Kasus penambahan positif masih didominasi di DKI Jakarta.

Adapun jumlah kasus meninggal dunia, juga meningkat dengan total sudah mencapai 78 kasus. Sementara, jumlah yang sembuh sudah mencapai 35 kasus.

“Ini patut menjadi atensi kita semua, makanya kita minta masyarakat mengikuti dan patuh terhadap imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” terang Dr Wachyudi Muchsin SH, Humas IDI Makassar, Kamis (26/3) malam.

Dokter Koboi, julukan Dokter Wachyudi Muchsin, mengatakan, tidak bisa dipungkiri dokter dan paramedis adalah garda terdepan dalam melawan wabah mematikan asal Wuhan, China ini.

“Tetapi kami para dokter saat ini, bisa saya katakan kamilah saat ini tentara khusus untuk perang ini,” ungkapnya.

Sayangnya, Dokter Yudi mengibaratkan saat ini dokter dan paramedis seakan tidak bisa melihat siapa yang sedang diperangi. Merujuk pada kasus Covid-19.

“Masalahnya musuhnya kami tidak tahu, berapa jumlah musuh, kami tidak bisa melihat musuhnya di manapun saat ini,” tambahnya.

Mirisnya dokter dan perawat yang bertugas ternyata tidak dilengkapi peralatan yang memadai. Seperti diketahui sebelumnya, dalam merawat pasien dengan virus tingkat penyebaran besar ini, membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) yang harus memadai.

“Kedua kami tidak diberi senjata yang lengkap, inilah perang yang harus kami lakukan,” cerita Yudi.

“Harapan dokter dan paramedis itu tak banyak. Cukup kita tinggal di rumah saja, membantu mereka dengan doa dan tidak berkeliaran menjadi media penular virus paling menyeramkan dunia ini,” tambahnya. (****)