oleh

Tangkal Hoaks Lewat Peran Pemuda di Pilkada

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tahapan pilkada sudah mulai berjalan namun tak jarang diikuti maraknya oknum yang melakukan black campaign hingga hoaks. Peran pemuda dibutuhkan untuk menangkal penyebaran hoaks.

Dewan Pertimbangan HMJ Jurnalistik, Muh Iqbal menyebut kegiatan diskusi dinilai mampu meningkatkan pemahaman pemuda terkait Pikada dan penanganan isu hoax sendiri. Sehingga, agenda-agenda diskusi sangat dibutuhkan.

Olehnya itu, sambung Iqbal, pihaknya berharap akan lahir agen-agen pemuda kritis yang akan menjadi garda terdepan penyaring hoax dan money politik.

“Dengan kegiatan diskusi diharapkan dapat mampu memahamkan pemuda untuk lebih bijak menyikapi berita hoaks untuk menuju pilkada damai,” ucap Iqbal, Minggu (22/3).

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari menyebut pemuda harus mampu menjadi penyaring beredarnya informasi tidak benar atau hoax di masyarakat saat ini.

Sebab pemuda memiliki semua akses untuk mengakses berbagai situs dan memiliki kemampuan bernalar lebih rasioanal dan tak menghilangkan idealitas.

“Pemuda itu harus menjadi pelopor dalam pencegahan isu hoaks itu, dan kenapa karena pemuda ini kan dapat memiliki akses,” ucap Nursari.

Ia berharap Hoax menjadi musuh bersama bagi semua kalangan, sebab mampu membuat gaduh terutama pada momen pilkada seperti sekarang.

“Memang itu menjadi isu yang sangat hangat, jadi di setiap moment pilkada selalu ada saja isu hoax yang mengiringi,” katanya.

Selain Hoaks, politik uang menjadi bahan omongan dalam setiap kesempatan Pilkada. Karena itu, Nursari berharap sinergitas semua kalangan untuk menangkal isu ini, terkhusus untuk pemuda.

“Seksinya isu penyebaran hoaks sama seksinya dengan isu politik uang, sehingga bawaslu menjadikan itu perhatian khusus,” ujarnya. (*)