oleh

Dewan Tolak Tarif Parkir Insidentil

Editor :any Ramadhani , Penulis : Armansyah-Megapolitan-

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui PD Parkir Makassar Raya menerapkan tarif baru untuk jenis parkir insidentil. Namun, hal itu mendapat penolakan dari DPRD Kota Makassar lantaran dinilai terlalu mahal.

Berdasarkan informasi, PD Parkir Makassar Raya mengeluarkan tarif baru untuk parkir insidentil dimana mobil dikenakan harga Rp10ribu dan motor sebesar Rp5ribu, semuanya itu untuk sekali parkir.

Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, keberadaan parkir Insidentil dengan tarif hingga Rp10ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp5ribu untuk kendaraan roda dua justru dinilainya cukup mahal.

“Kalau orang yang punya mobil mungkin Rp10ribu nda seberapa tapi kasian yang pengguna motor, itu kemahalanki,” cetus Leo—sapaan akrabnya, Kamis (12/3).

Penerapan harga baru untuk parkir insidentil agar masyarakat tidak seenaknya parkir dibadan jalan hingga menimbulkan kemacetan. Justru, kata Leo, alasan untuk meredam kemacetan tidaklah rasional sebab tarif yang mahal tidak begitu berpengaruh kepada masyarakat untuk tetap memarkirkan kendaraannya di tempat itu.

Apalagi menurutnya parkir insidentil utamanya acara-acara seperti di gedung IMMIM, tidak berlangsung begitu lama. Sehingga PD Parkir diminta lebih bijak dalam melihat hal ini.

“Harus dibijaksanai itu oleh PD Parkir, supaya masyarakat juga tidak resah dengan (harganya),” ucapnya.

Semestinya untuk menerapkan parkir seperti itu, sambung Leo, tidak perlu melambung cukup tinggi, cukup dengan Rp6ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp2500 untuk kendaraan roda dua sudah merupakan harga yang rasional untuk ukuran event. (*)