oleh

Pemprov: Direct Flight Makassar-Arab Saudi Harganya Lebih Terjangkau

Editor : doelbeckz , Penulis :Ami-Ekonomi & Bisnis, HL-

Minta Garuda Indonesia Beri Pelayanan Terbaik bagi Jemaah Umrah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengapresiasi rencana maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali membuka penerbangan langsung atau direct flight rute Makassar-Arab Saudi guna melayani tingginya permintaan umrah di Sulsel.

Sebelumnya, maskapai milik pemerintah (BUMN) ini, sempat melayani penerbangan langsung Makassar-Arab Saudi periode 2015 hingga pertengahan 2019 lalu.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, Garuda Indonesia sudah berencana untuk mengembalikan direct flight tanpa transit ke Mekah pada akhir 2020 nanti, sehingga calon jemaah umrah diharapkan bersabar untuk menanti kebijakan itu.

“Kita senang banyak yang mau umrah tentu akan banyak pendapatan dan sebagainya. Selain itu, masalah kecintaanya masyarakat untuk beribadah lebih tinggi. Terkait penerbangan langsung pasti akan ada solusi,” jelasnya.

Sudirman mengakui, salah satu keunggulan direct flight Makassar-Arab Saudi adalah harganya lebih terjangkau.

“Terbang langsung Makassar-Arab Saudi memang banyak manfaatnya. Salah satunya adalah harganya lebih terjangkau, sehingga hal itu juga berpengaruh kepada biaya umrah yang lebih kompetitif,” terangnya.

Sudirman menambahkan, pemprov akan terus mendorong pihak terkait dalam hal ini, Garuda Indonesia untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah umrah.

“Kita minta kepada Garuda Indonesia untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah umrah, agar mereka bisa khusyuk menjalankan ibadah umrah,” terangnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengucapkan syukur sekaligus mengapresiasi atas tingginya permintaan umrah di Sulsel.

Nurdin mengakui, potensi umrah di Sulsel memang sangat besar dan hal ini membuktikan kondisi ekonomi sangat baik.

“Kalau umrah di Sulsel sekarang paling jago, artinya banyak uang di masyarakat,” terang Nurdin Abdullah, Senin (20/1).

Nurdin menjelaskan, permintaan umrah di Sulsel semakin hari semakin meningkat. Akhir tahun 2019 lalu, pemohon paspor untuk perjalanan ibadah umrah bahkan meningkat. Apalagi, pada awal tahun ini.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulsel, Anwar Abubakar, justru berharap, sebaiknya Garuda Indonesia segera membuka penerbangan langsung secara reguler Makassar-Arab Saudi pada awal 2020 ini. Pasalnya, penerbangan ini akan sangat membantu akses pelayanan bagi jemaah umrah.

“Kita berharap rute Makassar-Jeddah ya bisa beroperasi, karena itu akan sangat membantu jemaah sebetulnya. Semoga dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lah walaupun diprediksi di September, tapi mudah-mudahan awal tahun ini sudah bisa,” harapnya.

Anwar mengatakan, khusus wilayah Sulsel jemaah umrah setiap bulannya mencapai angka sekira 3.000 jamaah. Untuk itu, akan sangat membantu jika rute penerbangan bisa lebih efektif dan efisien termasuk dengan penerbangan langsung tersebut.

“Meskipun ada maskapai lain yang melakukan penerbangan langsung, tapi akan lebih baik jika tidak hanya satu,” ucapnya.

Salah satu, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Sulsel, Yusdih Gani, mengakui, pasar umrah di Sulsel terus meningkat dan memiliki prospek besar di 2020 ini. Terbukti jemaah umrah dari hari ke hari terus bertambah. Bahkan, perusahan travel haji dan umrah di Makassar kebanjiran permintaan.

Yusdih mengakui, tingginya permintaan jatah umrah di Sulsel. Terutama pada musim umrah, September-Mei tiap tahunnya.

“Alhamdulillah, permintaan umrah di Sulsel sangat tinggi. Bahkan, pasarnya masih sangat besar,” terangnya.

Lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, mengatakan, besarnya permintaan umrah itu dapat dilihat dari tingginya frekuensi pemberangkatan jemaah pada musim umrah.

“Alhamdulillah, kalau kita bisa sampai dua kali dalam satu bulan, tetapi ada bahkan travel yang bisa sampai lima kali dalam satu bulan,” terangnya.

Tingginya pasar umrah di Sulsel tersebut, membuat Yusdih berharap maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali membuka layanan direct flight atau penerbangan langsung Makassar-Arab Saudi secara reguler atau rutin. Apakah, Makassar-Jeddah atau Makassar-Madinah.

“Tingginya permintaan umrah ini harus ditunjang pelayanan, salah satunya penerbangan langsung Makassar-Arab Saudi yang dilakukan Garuda Indonesia,” jelasnya. (****)