oleh

Bupati Mamuju Minta Polda Sulbar Antisipasi Aliran Sesat

Editor :Sofyan Basri , Penulis : Sudirman-Berita, SulBar

MAMUJU, RAKYATSULSEL.CO – Terkait adanya isu aliran sesat di Kabupaten Gowa Sulsel, Bupati Mamuju Habsi Wahid berharap hal itu tidak terjadi di Kabupaten Mamuju.

“Persoalan aliran sesat, kita sudah lihat ada di Gowa. Tentu juga di daerah kita, kita berharap dengan kerjasama lintas sektor, TNI, Polri, para alim ulama dan kiai, ini perlu satu bahasa kita dalam melihat aliran sesat itu,” kata Habsi Wahid.

Ia mengatakan, jika hanya melihat secara sepotong tentu akan menimbulkan persepsi yang berbeda.

“Tetapi kalau sudah terang-terangan seperti di Gowa dengan membayar 300 ribu masuk surga, saya kira anak kecil juga pasti tidak percaya, karena agama kita sudah memiliki aturan masing-masing dalam menjalankan ibadah,” jelasnya.

Oleh karenanya, pihaknya telah meminta kepada Kapolda Sulbar untuk mendeteksi sejauh mana pelaku ibadah betul mengarah kepada aturan keagamaan yang sesungguhnya.

“Kalau nasrani, tentu dengan injilnya, muslim dengan alqurannya dan agama lain dengan kitab-kitabnya,” ujarnya.

Menurutnya ketika ada aliran-aliran masuk di dalam aliran kepercayaan yang mengimani kitab, tentu itu akan menjadi suatu pertanyaan.

“Tentu di negara kita, semua agama dijamin keberadaannya. Tetapi, tentu juga yang sifatnya seperti yang terjadi di Gowa, itu yang perlu kita antisipasi, jangan sampai merebah ke masyarakat,” ungkapnya. (*)