oleh

Polda Sulbar Mutasi Direktur Pam Obvit dan Dua Kapolres

Editor :Sofyan Basri-Berita, SulBar

MAMUJU, RAKYATSULSEL.CO – Polda Sulbar kembali melakukan mutasi pejabat utamanya. Hal itu berdasarkan keputusan Kapolri dengan nomor masing-masing Kep/2029/X/2019, Kep/2031/X/2019 dan Kep/2032/X/2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan atau dalam jabatan di lingkungan Polri.

Tiga pejabat utama Polda Sulbar yakni Direktur Pengamanan Obyek Vital, Kapolres Majene dan Kapolres Matra mengikuti kegiatan Serah Terimah Jabatan (Sertijab), di Aula Arya Guna Mapolda Sulbar, Senin (4/11).

Direktur Obvit Kombes Pol Achmad Iksan, SIK, SH, M.Si dipromosikan menjadi Direktur Samapta Polda Kep. Babel yang digantikan oleh AKBP Adiwijaya, SIK jabatan sebelumnya selaku Wakapolresta Bogor Kota, Polda Jabar.

Sementara Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, SIK menempati jabatan baru sebagai Kasubbagkermadagri Bagkermadiklat Robindiklat Lemdiklat Polri yang digantikan oleh AKBP Irawan Banuaji, SIK, M.Si sebelumnya menjabat sebagai Danden Gegana Satbrimob Polda Sulbar.

Sedangkan Kapolres Matra AKBP I Made Ary Pradana, SIK, MH jabatan menempati jabatan baru sebagai Kapolres Bone yang digantikan oleh AKBP Leo Hamonangan Siagian, SIK, M.Sc yang sebelumnya menduduki jabatan selaku Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sulbar.

Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si yang dihadiri para pejabat utama, seluruh personil yang dilibatkan beserta bhayangkari pendamping.

Dalam sambutanya, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar mengatakan sertijab dalam organisasi merupakan hal penting dan strategis untuk memelihara dinamika dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi.

“Ini proses regenerasi kepemimpinan dan promosi bagi personil Polri yang bersangkutan sekaligus merupakan wujud penghargaan yang diberikan organisasi kepada personil Polri yang dinilai telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata Baharudin Djafar.

Ia berharap agar amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri ini dapat memberikan kontribusi yang maksimal pada kesatuan yang baru.

“Dan dapat dijadikan sarana dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)