oleh

Mengenal Sosok Muhammad Ismak, Teladani Sikap Disiplin Sang Ayah

Editor : Lukman-Profil-

RAKYATSULSEL.CO – Disiplin dan tanggungjawab adalah kunci sukses bagi setiap orang. Seperti halnya bagi Muhammad Ismak, SH. Sosok Advokat Kurator asal Makassar yang sukses di Ibukota Jakarta.

Menjadi Advokat Kurator spesialis kepailitan perusahaan di Ibukota Jakarta tak pernah terbayangkan bagi Muhammad Ismak. Ia mengaku kalau hidupnya dibiarkan mengalir saja. Mengalir seperti seusai kuliah hukum di Unhas. Saat itu ia ikut bersama teman-temannya menjajal Ibukota Jakarta.

Masa kecil Muhammad Ismak dilewatkan di Parangtambung. Daerah Selatan Kota Makassar. Disinilah ia menghabiskan masa kecilnya. “Ketika masih kecil dulu, saya membayangkan Parangtambung itu sangat jauh. Sehingga area bermain kami paling ke sekitar pacuan kuda,” kenang Ismak–sapaan akrabnya–.

Tapi masa kecil saya, lanjut Ismek, seperti teman-teman yang lain. Sangat menyenangkan, apalagi seperti anak-anak Makassar kala itu, kita banyak bermain di luar ruang, di lapangan terbuka.

Mengenang masa kecilnya, Ismak menyebutkan, didikan pertama dia peroleh lewat kakeknya, seorang pendidik, Kepala Sekolah. Dari Parangtambung hingga Jongaya, sang kakek cukup tersohor. Sapaannya, Tuan Guru Cancing.

“Waktu kecil, saya punya kewajiban menginap di rumah kakek di Jalan Matahari pada tiap Sabtu dan Minggu. Di situlah saya dapat gemblengan,” ungkap Ketua Asosiasi Advokat Indonesia ini.

Selain itu, figur lain yang sangat mempengaruhi karakter Ismak hingga kini adalah ayahnya. Seorang pekerja keras yang pernah menjadi ketua serikat buruh di pabrik Sermanitex di sekitar Parangtambung.

“Ayah saya cukup keras dan tegas. Saya bila ketahuan ikut kerja bantu kuli panggul di dekat rumah atau pulang Magrib dari sungai, bisa habis punggung saya dihajar,” ujar ayah 3 anak ini.

Tetapi, menurut Ismak, sang ayah cukup fair sebab beliau akan mengajak makan diluar atau keliling keliling kota setelah menghukum.

Dari didikan sang ayah, Ismak menyebutkan sikap disiplin dan tanggungjawab menjadi dua hal yang terbawa sampai sekarang. “Saya menerapkan hal itu di kantor saya,” jelas owner kantor Hukum Ismak Advokaten yang didirikannya pada 2002 silam.

Sayangnya, sang ayah berpulang saat Ismak beranjak remaja. Hal ini membuatnya kemudian lebih banyak bermain keluar dan semakin jauh dari rumah.