oleh

Tiga Mantan Cakada Diprediksi Raih Kursi di Dapil IV DPRD Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Partai Gerindra merajai perolehan suara Dapil IV DPRD Provinsi Sulsel. Golkar dan PKB masuk tiga besar di Dapil meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Selayar tersebut.

Kursi Gerindra berpeluang diraih Vonny Ameliani yang meraih suara sebanyak 20.298 dari total 61.587 perolehan suara Gerindra di Sulsel IV.

Partai Golkar yang berada di peringkat kedua, berpeluang mendudukkan Ince Langke yang unggul tipis dibanding dua caleg internal Golkar lainnya. Ince meraih sekira 9.939 suara dari akumulatif 43.012 suara.

Adapun PKB memastikan raihan kursi ketiga dengan caleg peraih suara terbanyak Muhammad Syarif yang meraih 19.303. Total suara PKB mencapai 42.224

Kursi keempat bakal diraih NasDem yang membukukan total suara parpol dan caleg sebanyak 41.419. Ady Ansar asal NasDem meraih sekira 15.447 suara di Sulsel IV.

Tiga kursi lagi berpeluang diraih oleh Demokrat, PPP dan PAN. Sementara PDIP terancam kehilangan kursi di Sulsel IV.

Mantan Wabup Jeneponto, Mulyadi Mustamu berpeluang melaju ke DPRD Sulsel melalui Partai Demokrat yang meraih 32.921 suara. Sementara kursi PPP berpeluang kembali diraih oleh petahana Sugiarti M Karim yang meraih 6.999.

Untuk kursi terakhir, bakal diperebutkan antara PAN dan PDIP. Untuk sementara, PAN unggul dengan perolehan sebanyak 25.586 suara.

Terdapat tiga orang Mantan Calon Kepala Daerah (Cakada). Ke tiganya merupakan mantan Cakada yang maju pada tahun 2018 kemarin.

Dari partai PPP, Andi Sugiarti M Karim, yang maju di Pilkada Bantaeng, dan Partai PKB, Muhammad Syarif dan Partai Demokrat, Mulyadi Mustamu yang sama – sama maju di Pilkada Jeneponto.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Prof. Aswar Hasan mengatakan, hal tersebut menunjukkan dua kemungkinan. Pertama karena mereka masih dipokokkan.

“Ke dua, mereka masih memanfaatkan jaringan konstituennya pada saat pillada sebelumnya secara efektif sehingga bisa terpilih lagi,” kata dia, Senin, (6/5).

Yang bagus menurutnya, mereka yang terpilih ini jauh lebih memberi harapan dibanding dengan istri – istri kepala daerah.

“Ataupun siapa yang belum punya latar belakang pemerintahan ataupun politik. Jadi mereka mantan Cakada yang terpilih di Pileg ini memiliki latar belakangnya memang politik dan pemerintahan. Itu sebenarnya lebih menjanjikan dalam hal masalah pemerintahan yang kaitannya dengan tugas legislatif,” ujarnya.

Jadi, menurutnya, Mantan Cakada itu tidak perlu lagi belajar dari nol. Dibanding pokok – pokok yang terpilih karena back up kekuasaan maupun materi namun tidak punya latar belakang politik maupun pemerintahan.

“Dan bagi mantan Cakada yang lolos di pileg kali ini dapat menjadi modal untuk maju di periode depan kalau masih ingin maju,” tutupnya.