oleh

Ketua Kesthuri : Umrah Murah Makin Tidak Diminati

Editor :asharabdullah-Ekonomi & Bisnis-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Kesatuan Tour Travel Haji Umrah (Kesthuri) Sulsel, Usman Jasad menegaskan, banyak kasus jemaah umrah gagal berangkat, membuat masyarakat kini lebih berhati-hati dalam memilih travel. Karena semakin banyak yang sadar, tentang bahaya mendaftar di perusahaan travel yang menjual paket murah.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan pihak asosiasi travel, mulai membuahkan hasil.

“Sejak dahulu, kita gencar mengingatkan masyarakat dan mengedukasi mereka tentang bahaya travel yang menjual paket murah. Alhamdulillah, sekarang mulai banyak yang lebih memilih membeli paket umrah di atas Rp19 juta, demi menghindari risiko gagal berangkat,” ujar Usman, Senin (22/1).

Ujas- sapaan akrab Usman Jasad menambahkan, sejak dahulu pihaknya selalu menosialisasikan tentang harga rasional paket umrah.

“Kita sejak dulu ingatkan, umrah dengan biaya Rp15 juta, Rp17 juta itu tidak rasional, dan menggunakan skema ponzi. Cepat atau lambat pasti bermasalah. Karena jemaah yang berangkat saat ini, dibiayai dengan uang jemaah yang akan berangkat satu dua tahun ke depan,” terang pemilik Ujas Tour ini.

Lanjut Ujas, dirinya bersyukur banyaknya masalah travel-travel murah telah membuat banyak jemaah sadar, dan memilih paket umrah dengan harga minimal Rp19,8 juta dan langsung berangkat. Dibanding paket Rp17 juta tetapi menunggu hingga dua tahun untuk berangkat. Trave-travel resmi yang menjual paket dengan harga normal pun diuntungkan.

“Kita bersyukur. Tahun ini, jemaah yang kita berangkatkan sudah lebih dari target 3.000 orang,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelumnya Ujas Tour memberangkatkan hingga 164 jemaah. “Saat ini masih ada grup jemaah Turki kita sedang berada di Mekkah. Tanggal 12 Februari nanti akan ada pemberangkatan umrah lagi, lalu besoknya tanggal 13 ada pemberangkatan lagi,” jelasnya. (*)