oleh

Laju Pertumbuhan Ekonomi Pinrang Capai 48,51 Persen

Editor : doelbeckz-Daerah-

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Hingga kini, struktur ekonomi Pinrang masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini memberikan konstribusi paling besar dalam laju pertumbuhan ekonomi Pinrang yang mencapai 48,51 persen dengan laju pertumbuhan 9,45 persen.

Wakil Bupati Pinrang, M Darwis Bastama, saat membuka Musrembang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2017 di Aula Kantor Bupati Pinrang, Jumat (11/3), mengatakan, ini membuktikan sektor pertanian Pinrang hingga kini masih merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung padi di Sulsel bahkan nasional. Selain sektor itu, sektor perdagangan dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga memberi konstribusi besar kedua mencapai 12,42 persen dengan laju pertumbuhan 11,17 persen.
Karena itu, Darwis berharap, dalam musrembang ini ada rumusan program kegiatan untuk merancang dan memberikan konstribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat Pinrang.

Kepala Bappeda Pinrang, Untung Pawittoi, mengatakan, musrembang penyusunan RKPD 2017 ini fokus untuk memantapkan perekonomian daerah sesuai tema ‘Pemantapan Perekonomian Daerah Dan Infrastruktur Kawasan Strategis’.
Rencana prioritas program pembangunan Pinrang 2017, kata Untung, meliputi pengembangan kawasan agropolitan, minapolitan, agrowisata serta industri secara terpadu, pembangunan ekonomi rakyat, peningkatan infrastruktur dan penanggulangan bencana, peningkatan kapasitas birokrasi dan kelembagaan, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, pendidikan serta daya saing sumber daya manusia,
perluasan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan serta peningkatan nilai-nilai keagamaan, pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Sementara, Legislator DPRD Sulsel Abdullah Tappareng bersama HM Ali Usman yang juga hadir di acara tersebut, meyakini 2017 nanti geliat perekonomian akan lebih maju lagi. Karenanya, diingatkan di Musrembang aspirasi ari bawah harus betul-betul terakomodir. (***)

Komentar