oleh

Mahasiswa ini Ubah Pare jadi Obat Diabetes

Editor :Rahim-Berita, Kesehatan-

SURABAYA, RAKYATSULSEL.COM –Para penderita diabetes kini bisa bernapas legas karena ada obat baru yang diracik untuk penyembuhan. Obat baru itu terbuat dari Pare. Ini adalah hasil racikan Dina Fitriyah Rahayu. Dia adalah mahasiswa D-3 keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Mahasiswi angkatan 2013 itu berhasil mengubah pare menjadi teh celup yang bisa mengobati diabetes.

Proposal Tere (Teh Pare) Insulin Like yang diajukan ke Kemenristekdikti berhasil menjadi salah satu proposal yang akan didanai dalam program kreativitas mahasiswa tahun ini. Dina tidak sendiri. Bersama empat rekannya, yakni Siska Wahyuningsih, Dwiko Resyta Delimasari, Fatimatuz Zahroh, dan Lisnawati Eka Yunita, Dina membuat teh pare tersebut.

“Meski pare dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit, tapi bagus untuk mengobati penyakit diabetes,” katanya.

Jubir tim yang terdiri atas lima mahasiswa itu menjelaskan, pare mengandung karantin yang berfungsi menjadi stimultan bagi sel beta pada pankreas agar menghasilkan insulin lebih banyak. Menurut dia, sel beta orang yang menderita diabetes tidak bisa menghasilkan insulin secara normal.

Bahkan, bagi penderita diabetes parah, pankreas sudah tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali. Padahal, insulin berfungsi mengendalikan kadar gula dalam darah. ”Jadi, kami coba mengubah pare menjadi ekstrak dalam bentuk teh,” jelasnya.

Sebelumnya, Dina bersama rekan-rekannya mendapat tugas dari dosen untuk mencari literasi tentang kandungan pare. Ternyata, selain karantin, pare mengandung banyak vitamin, protein, karbohidrat, kalsium, dan kandungan lainnya. Selain itu, pare bisa mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme tubuh.

Kebetulan, kata Dina, ada program kreativitas mahasiswa yang digulirkan Kemenristekdikti. Dina dan rekan-rekannya pun mengonsultasikan temuannya kepada dosen untuk ikut berpartisipasi. ”Alhamdulillah, ternyata berhasil menjadi salah satu proposal yang akan didanai,” jelasnya.

Dina mengungkapkan, pembuatan teh pare tidak sulit. Caranya memilih pare yang masih segar dan utuh. Yakni, pare yang berwarna hijau. Selanjutnya, sayur tersebut dicuci dan dipotong kecil-kecil. Kemudian, potongan itu dijemur di bawah sinar matahari atau dioven hingga kering. ”Setelah kering, diblender atau ditumbuk,” jelasnya.

Untuk menghilangkan rasa pare yang pahit, Dina menambahkan daun jambu biji. Setelah itu, serbuk pare dikemas dalam kantong teh. Saat akan dikonsumsi, serbuk pare dalam kantong teh tersebut tinggal diseduh dengan air panas. Dina mengimbau warga agar tidak perlu menggunakan gula karena sebagai obat.

Targetnya, Dina dan rekan-rekannya bisa memasarkan produk tersebut kepada para penderita diabetes berbagai usia. (puj/c15/end/flo/jpnn)

Komentar