oleh

Selain Poligami, 19 Capim KPK Ada Terindikasi Transaksi Mencurigakan

Editor :Rakyat Sulsel.Com-HL, Nasional

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – 19 nama calon pimpinan (capim) KPK diumumkan paniia seleksi (pansel) setelah waktu pemasukan aspirasi masyarakat berakhir. Kajati Sulsel, Suhardy SH dan mantan Wakapolda Sulselbar, Irjen Pol Syahrul Mamma gagal masuk 19 besar. Namun di antara 19 nama tersebut, terdapat Lektor Fakultas Hukum Unhas, Laode Muhammad Syarif.

Namun, dari 19 nama Capim KPK diduga ada calon pimpinan KPK yang berstatus poligami dari 19 calon yang lolos tes tahap ketiga. Begitu juga dengan indikasi transaksi mencurigakan.

Juru Bicara Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Betty Alisjahbana, mengatakan bahwa ada calon pimpinan KPK yang memiliki transaksi mencurigakan di dalam rekening mereka.
Meski demikian, Pansel KPK tetap meloloskan calon tersebut untuk memverifikasi laporan yang diperoleh sebelumnya.
“Kita memang punya laporan yang kurang baik tapi tidak cukup waktu untuk memverifikasinya. Sehingga, masih kita loloskan. Nanti akan diverifikasi saat tes berikutnya,” kata Betty, Rabu (12/8).

19 Capim KPK tersisa untuk mengikuti tes selanjutnya. Menurut Ketua Pansel Capim KPK Destry Damayanti, tes selanjutnya wawancara dan kesehatan.

“19 orang ini lolos ke tahap ke empat ujian panitia seleksi capim KPK. Mereka dinyatakan lolos seleksi, lolos seleksi tahap III, wajib mengikuti seleksi selanjutnya, wawancara dan tes kesehatan. Pelaksanaan ujian ini nanti akan dilakukan bertahap 24, 25, dan 26 Agustus. Ada jadwal seperti tes kesehatan,” urai Destry, Rabu (12/8).

Destry menjelaskan, dari 19 calon ini juga ada calon-calon perempuan. “Dari 19 ada 4 wanita, sisanya adalah pria,” tambah dia.(int)

Berikut 19 nama yang lolos:

1. Ade Maman Suherman, Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Jenderal Sudirman
2. Agus Rahardjo, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
3. Alexander Marwata, Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
4. Brigjen Pol Basaria Panjaitan (P), Widyaismara Madya Sespimti Polri
5. Budi Santoso, Komisioner Ombudsman
6. Chesna Fizetty Anwar (P), Direktur Kepatuhan Standard Chatered Bank
7. Firmansyah TG Satya, Pendiri dan Direktur Intercapita Advisory, Konsultan Strategic & Bisnis, Investment Banking, Audit & Govermance, Risk Manajemen
8. Giri Suprapdiono, Direktur Gratifikasi KPK
9. Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji, Mantan ASPAM KASAD
10. Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
11. Johan Budi SP, Pelaksana Tugas Pimpinan KPK
12. Laode Muhammad Syarif, Lektor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan Senior Adviser Partnership for Governance Reform in Indonesia
13. Mohammad Gudono, Ketua Komite Audit UGM, dan Direktur Program Studi Direktur Program Studi Magister Akutansi FEB UGM
14. Nina Nurlina Pramono (P), Direktur Eksekutif Pertamina Foundation
15. Saut Situmorang, Staf Ahli Kepala BIN
16. Sri Harijati (P), Direktur Perdata Jam Datun Kejagung
17. Sujanarko, Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK
18. Surya Tjandra, Pengacara Publik
19. Irjen Pol Yotje Mende, eks Kapolda Papua

Komentar