oleh

Jasa GO-JEK di Makassar Tumpang Tindih dengan Ojek Tradisional

Editor :Rakyat Sulsel.Com-Ekonomi & Bisnis

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (KMTI) Kota Makassar, Lambang Basri menyarankan kepada pemerintah untuk memerhatikan regulasi tiap jenis transportasi yang beroperasi, termasuk kehadiran layanan GO-JEK di Makassar “Jangan sampai terjadi tumpang tindih antar jenis transportasi. Jadi harus perbaiki sistem sebelum dioperasikan, pemerintah atur regulasi,” ujar Lambang, Senin (10/8).

Selain itu, lanjut Lambang, pemerintah juga harus mengatur rute-rute yang dilalui. “Misalnya, di jalan mana bisa melintas, apakah bisa masuk di jalan nasional atau tidak. Seperti ini harus diatur lebih dulu, karena jangan sampai saling memakan dengan transportasi lain,” jelas Lambang.

Seperti diketahui, sebelumnya GO-JEK seringkali mendapat pertentangan dari ojek tradisional yang membuat beberapa pihak tidak merasa nyaman untuk menggunakan layanan tersebut. Dalam akun Twitternya, per tanggal 8 Agustus 2015 GO-JEK resmi beroperasi di Kota Makassar. Hal tersebut dilakukan guna terus melakukan pengembangan regional GO-JEK sebagai aplikasi booking ojek di Indonesia. Warga Makassar bisa menikmati layanan GO-JEK dengan tarif datar promo Rp. 10,000 dengan jarak maksimal 25 km untuk layanan Transport, Shopping dan Instant Courier.

Komentar