oleh

Pemrov Tetap Inginkan Sekolah Penerbangan Dibangun Di Luwu

Editor :rakyat-admin-Daerah

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, yang kembali berpasangan dengan Gubernur Petahana, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Pilgub mendatang, memastikan akan hadir sekolah penerbangan di kecamatan Bua, kabupaten Luwu, langkah ini merupakan salah satu gebrakan pemerintah Propvinsi Sulsel dalam upaya memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam ahli penerbangan didunia dan bangsa ini.

Agus di Makassar, mengatakan, rencana pemerintah tersebut akan tetap menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi, sambil menunggu pemenuhan syarat yang ditetapkan pemerintah pusat dalam menyiapkan lahan bersih dan bersertifikat hak milik atas nama Pemerintah tempat sekolah tersebut akan di bangun.

“Langkah ini diambil pemerintah, melihat Sulsel merupakan barometer laju perekonomian di Indonesia Timur, maka dari itulah, ini merupakan gagasan produktif dalam membangun SDM yang berkualitas,” ulasnya.

Agus menjelaskan, keinginan teresebut sudah disamapaikan bapak Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu dalam pertemuan Saudagar bughis Makassar, untuk menawarkan investasi dalam pengembangan sekolah penerbangan.

Adanya isu yang menyatakan, penempatan sekolah penerbangan ini di Kabupaten Luwu untuk di batalkan, dirinya mengangap itu cuma bahasa politik yang dikeluarkan pihak tertentu, yang mengaitkan kondisi politik di Sulsel saat ini.

“Tidak benar jika ada pihak yang mengatakan pak Syahrul memerintahkan pembatalan sekolah penerbangan di Luwu. Kami masih mempertahankannya ditingkat pusat. Saat ini, sertifikat tanah sedang diusahakan oleh Bupati Luwu Andi Muzakkar,” tegasnya.

Dia mengangap pengusaha yang sebelumnya di sebut mantan Ketua DPRD Sulsel itu adalah, Pieter Wattimena, yang juga mantan Dan Lanud Hasanuddin dan berminat untuk menanamkan investasi pembangunan sekolah penerbang di Bua, #kabupaten Luwu.

“Kemarin (Minggu, 26/8) di Kalla Tower atas petunjuk Gubernur, saya pertemukan Kadis Perhubungan dengan Pak Pieter Watimena, untuk membahas sekolah penerbangan di Bua, Kabupaten Luwu. Saat ini beliau sementara menuju Luwu untuk melihat langsung. Kemarin juga sudah dikomunikasikan dengan Bupati Luwu Andi Muzakkar,” ujarnya.

Agus menambahkan, pada awalnya, Pieter berencana menempatkan investasi sekolah penerbangan di Kupang. Tapi setelah melihat penawaran Pemerintah Provinsi (Pemprov), pengusaha tersebut lebih tertarik pindah ke Bua, Luwu.

“Investasi ini sangat menarik, sebab setiap tahun Indonesia butuh sekitar 1500 penerbang. Dengan investasi swasta dan pemerintah, Insya Allah dibangun dua sekolah penerbang di sekitar Bandara Bua. Kabupaten Luwu akan jadi pusat produksi SDM ahli penerbangan” ungkap Agus.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan memastikan hal yang sama. Menurutnya, pembangunan sekolah penerbangan di Luwu dimulai dengan pembangunan SMK Penerbangan pada tahun 2013, sementara sekolah tingginya akan digabungkan dengan ATKP di Makassar.

Sekolah penerbangan di Luwu akan menjadi “Rating School”, yakni sekolah untuk pelatihan penerbang dan kelautan. Pemerintah juga akan menetapkan bandara Bua sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan penerbangan perintis di KTI.

Mengenai rencana swasta untuk investasi sekolah penerbangan, Masykur, menyatakan, sangat positif karena memang dibutuhkan lebih banyak sekolah penerbangan. Kebutuhan dunia saat ini sudah 50.000 penerbang baru. Sementara minat orang menjadi penerbang di Luar Negeri menurun, tapi meningkat di Indonesia.

“Saya sudah memerintahkan Kabid perhubungan udaranya mendampingi pak Pieter Wattimena melakukan peninjauan ke Bua, Luwu,” ujarnya (RS6/dj/D)

Komentar